Ciliwung kembali meluap, rumah di Kampung Pulo tenggelam
Bahkan rumah dua lantai juga saat ini juga terendam banjir hingga semata kaki.
Ratusan rumah yang berada di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir hingga ketinggian sekitar 5 meter. Bahkan beberapa rumah yang berada di bantaran kali Ciliwung pun telah menenggelamkan atap.
Lubis (23) salah satu warga Kampung Pulo mengatakan, banjir yang terjadi tahun ini sangatlah parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan dibandingkan banjir yang terjadi tahun 2007 silam, ketinggian air tidak separah sekarang.
"Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya ini paling parah. Hampir semua rumah nyaris tenggelam soalnya. Apalagi di jalan ini aja sudah 1 meter tingginya," ujar Lubis saat ditemui di Jalan Jatinegara Barat, Rabu (22/1).
Lubis mengatakan, bahkan lantai dua rumahnya saat ini sempat terendam banjir hingga semata kaki. Jika biasanya ia tidak mau diungsikan kini sebagian keluarganya pun tinggal di posko pengungsian.
Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir Manado
"Biasanya sih banjir masih bertahan di lantai dua, karena gak kerendem air, terus biasanya hanya sehari dua hari surut. Tapi sekarang sudah naik ke lantai dua. Paling satu orang yang jaga rumah," jelasnya.
Ditemui terpisah, Kepala Tim Rescue Satpol PP, Bambang mengatakan, derasnya arus air di Kali Ciliwung sempat menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi saat air naik pada pagi tadi.
"Itu tanggul sudah dilewati air Kali Ciliwung. Akibatnya, selain air tinggi, arusnya juga deras. Perahu kami sempat terlempar keluar Ciliwung. Evakuasi sempat kami hentikan, tapi kami standby untuk situasi darurat," kata Bambang.
Bambang menjelaskan, ketinggian air di permukiman Kampung Pulo dinilai sudah mencapai ketinggian yang membahayakan. Meski demikian masih saja ada warga yang nekat tinggal di lantai dua rumahnya.
"Sebagian yang tadi tidak mau ngungsi sudah mau di evakuasi. Tapi masih ada saja yang bertahan juga," tandasnya.
Baca juga:
Korban banjir di Tebet butuh susu bayi
Blusukan di Cipinang, Hatta minta rakyat tenang meski harga naik
Jalan Yos Sudarso rusak akibat banjir, pengendara rawan celaka
Banjir di Otista, warga terserang gatal-gatal dan panas dingin
Uniknya ojek rakit karya Sarman di tengah banjir Tebet