Cerita Soal Kenyamanan MRT dan LRT Jakarta
Berbagai fasilitas bertaraf dunia dihadirkan demi memberi rasa nyaman dan aman bagi penumpang MRT dan LRT.
Transportasi massal Mass Rapid Transit atau MRT dan Light Rail Transit atau LRT segera beroperasi di Ibu Kota. Berbagai fasilitas bertaraf dunia dihadirkan demi memberi rasa nyaman dan aman bagi penumpang MRT dan LRT.
Uji coba pun sudah dilakukan, Presiden Jokowi sendiri memberi pujian betapa nyamannya menggunakan MRT. Berikut ini berbagai fasilitas yang menambah rasa nyaman menggunakan MRT dan LRT:
Gerbong MRT Nyaman dan Tidak Berisik
Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya menaiki MRT dari Stasiun Hotel Indonesia menuju Depo Lokomotif Lebak Bulus. Selama perjalanan, Jokowi mengaku selama perjalanan berjalan lancar. Meski MRT melaju dengan kecepatan 60 km/jam namun diakui kebisingannya tidak terasa.
"Gerbongnya nyaman dan tidak berisik. Berangkat dari Stasiun Bundaran HI, kereta ini melalui jalur bawah tanah sampai Stasiun Senayan, lalu jalur layang sampai Lebak Bulus dalam 30 menit. Insya Allah, MRT Jakarta rampung Maret 2019," kata Jokowi.
Jarak Tempuh MRT Lebak Bulus - HI Hanya 30 Menit
Dengan menggunakan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI dapat ditempuh dalam waktu 30 menit. Dalam satu rangkaian kereta MRT bisa membawa 1.950 penumpang untuk sekali jalan. Selama 1 hari, kereta MRT ditargetkan mampu melayani hingga 173.400 orang.
Stasiun MRT juga sangat nyaman dengan berbagai fasilitas seperti eskalator, elevator, ruang pertolongan pertama, ruang menyusui, toilet umum, Platform Screen Door (PSD), tempat duduk, station front office untuk layanan penumpang (customer services), ticket sales office (TOM), public announcement, serta tactile untuk penyandang disabilitas.
Fasilitas LRT Standar Kelas Dunia
Direktur Utama LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, sejak awal pengerjaan LRT memang telah menyiapkan segala sesuatunya dengan standar kelas dunia. Fasilitas itu antara lain musala, ruang menyusui, dan klinik. Semua fasilitas ini pun juga disesuaikan untuk kebutuhan kaum difabel.
"Makanya ada eskalator, ada lift, ada CCTV, ada public announcer, di kereta itu ada voice intercom. Yaitu ya, kelas dunia," kata Allan di Stasiun LRT Kelapa Gading.
LRT Menggunakan Teknologi Canggih
Demi memberikan rasa nyaman terhadap penumpang, LRT menggunakan teknologi super canggih yakni menggunakan sistem third rail. Saat masih menjabat sebagai Direktur Utama Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi mengatakan dengan sistem ini, aliran listrik akan disalurkan melalui rel ketiga yang terhubung ke bagian bawah kereta.
"Jadi enggak ada kabel-kabel di atas yang menjuntai tuh enggak ada," kata Satya soal LRT.
(mdk/has)