LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Cerita relawan Badja merinding lihat banyaknya karangan bunga Ahok

Saat pilgub DKI kemarin, Riris mengaku menjadi relawan Badja (Basuki-Djarot). Dia pun mengaku sedih bahkan hingga menetaskan air mata saat jagoannya kalah dari Anies-Sandi.

2017-04-28 16:40:47
Karangan bunga untuk Ahok
Advertisement

Karangan bunga untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat terus berdatangan ke Balai Kota. Warga pun banyak yang berdatangan untuk melihatnya.

Salah satunya adalah Riris, warga Pejaten, Jakarta Selatan. Dia mengaku sengaja datang ke sekitar Balai Kota untuk melihat karangan bunga untuk Ahok-Djarot.

Saat pilgub DKI kemarin, Riris mengaku menjadi relawan Badja (Basuki-Djarot). Dia pun mengaku sedih bahkan hingga menetaskan air mata saat jagoannya kalah dari Anies-Sandi.

"Pas tahu Pak Ahok kalah saya langsung nangis, kok bisa yah? Bapak kan memberikan banyak perubahan untuk Jakarta, saya sendiri yang merasakannya betapa lebih baik dibanding dengan Jakarta sebelumnya," katanya ke merdeka.com saat ditemui di sekitar Monas, Jakarta Pusat, Jumat (28/4).

Karangan bunga untuk Ahok-Djarot ©2017 merdeka.com/rendi perdana


Riris mengaku merinding melihat banyaknya karangan bunga untuk Ahok-Djarot. Bahkan, saking banyaknya, karangan bunga meluber dari Balai Kota hingga ke area sekitar Monas.

"Sumpah, saya merinding lihat banyak bunga begini. Ini kan tandanya warga Jakarta masih mencintai Ahok ketika memimpin Ibu Kota ini. Saya juga masih belum rela dengan kekalahan kemarin," katanya.

Dia mengaku sengaja datang buat melihat karangan bunga dan untuk berswafoto. Dia mengaku banyak merasakan efek positif Ahok menjadi gubernur DKI. Dia merasa mudah dalam mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan aparatur Pemprov DKI.

"Saya ngurus apa-apa jadi gampang, enggak kayak dulu harus antre, harus bayar, terkesan ribet lah kalau sebelum dipimpin Pak Ahok," katanya.

Advertisement
(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.