Cerita Kombes Khrisna Murti ditodong pistol oleh preman Kalijodo
Preman itu tak takut menghadapi polisi. Dengan mata merah menahan amarah dia todong Khrisna Murti.
Preman di lokalisasi Kalijodo, Jakarta, dikenal menakutkan. Kombes Khrisna Murti pernah mengalaminya sendiri.
Khrisna menceritakan hal itu saat dia masih berpangkat Komisaris Polisi dan menjabat Kapolsek Penjaringan beberapa tahun lalu. Saat itu suasana di Kalijodo tegang gara-gara salah satu anggota kelompok preman di sana dibunuh oleh kelompok lain. Isu SARA juga mengemuka dalam kericuhan itu.
Ratusan orang dengan badik, panah dan tombak sudah saling berhadapan. Saat itulah seorang bernama Bedul muncul menenteng sepucuk pistol. Bedul sempat memukul orang dengan gagang pistol hingga berdarah dan menembakkan pistol dua kali ke udara. "Dor! Dor!"
"Saya kaget mendengar suara letusan. Saya kira itu letusan senjata anak buah saya. Saya bertanya 'itu senjata siapa?' Saat saya melihat Bedul menggenggam senjata, saya langsung memintanya menyerahkan senjata," kata Kombes Khrisna Murti dalam buku Geger Kalijodo yang ditulisnya.
Bukannya takut, Bedul malah menodongkan pistol ke arah Khrisna Murti. Matanya merah menahan amarah. Khrisna sadar jika dia mencabut pistolnya untuk melawan pasti akan kalah cepat, sebab Bedul sudah siap menembak.
Ditatapnya Bedul dengan tajam. "Saya ini Kapolsek. Jika kamu tembak saya, saya mati masalah karena saya sedang bertugas demi negara. Namun kalau saya mati, kalian semua akan habis!" gertak Khrisna.
Gertakan itu rupanya menurunkan tensi Bedul. "Saya tahu Bapak Kapolsek, tapi saya minta jangan ambil senjata saya," katanya sambil mengundurkan diri dari kerumunan massa.
Khrisna tak menangkap Bedul malam itu. Dia memilih membuat suasana di Kalijodo kondusif dulu dan mencegah konflik ratusan orang. Tindakan Khrisna ini sempat dipertanyakan atasannya, kenapa dia tak langsung menangkap Bedul. Namun Khrisna yakin dengan tindakannya.
Beberapa waktu kemudian Bedul diringkus dalam sebuah kasus kekerasan. Kasus kepemilikan senjata api miliknya ikut diusut. Namun hakim akhirnya hanya memvonisnya 3 bulan.
"Secara jujur saya kecewa atas putusan pengadilan pada orang yang melawan petugas dan bisa mengakibatkan kerusuhan yang lebih besar di Kalijodo," tutup Khrisna.
Baca juga:
Beromzet ratusan juta semalam, warga tak sepakat Kalijodo digusur
Preman Kalijodo tak takut mati, FPI pun tak berani
PSK Kalijodo kebanyakan pendatang dengan KTP Jakarta
Kapolda Tito koordinasi penertiban Kalijodo dengan Pemprov DKI
Taufik sebut Ahok lebay mau gusur Kalijodo pakai tank
Ahok soal pembongkaran Kalijodo: Kalau dibiarin, nanti korban lagi