Cegah tahanan kabur, Polda Metro buat sistem sidik jari pengunjung
Polisi juga akan membentuk tim khusus memburu tahanan kabur.
Mapolda Metro Jaya tak mau kasus kaburnya Anwar bin Kiman dari Rutan Salemba juga terjadi di rumah tahanan mereka. Oleh karenanya, polisi akan membuat sistem sidik jari dan foto bagi pembesuk tahanan.
"Kalau penjenguk laki-laki harus ada sidik jari dan foto. Kecuali perempuan yang mencurigai dari postur, baru di periksa, kalau enggak dicurigai ya tidak diperiksa," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, Mapolda Metro Jaya, Senin (18/7).
Diakui Budi, kurangnya personel yang berjaga di rutan membuat peluang tahanan kabur menjadi besar. Seperti yang terjadi di Rutan Salemba saat Anwar kabur, hanya 70 petugas yang berjaga.
"Biasanya kunjungan keluarga napi ke Lapas sudah rutin tiap tahun membeludak. Biasanya di hari Natalan, tahun baru, hari besar Idul Adha kan enggak bisa dilarang. Sehingga harus diubah, ditingkatkan dengan pola keamanan dimaksimalkan, ada kamera pemantau juga," papar Budi.
Selain itu, saat ini pihaknya tengah membentuk tim yang khusus memburu napi kabur.
"Kalau tahanan kabur ada satuan khusus, kalau ada napi kabur biar mereka yang mengejar pelaku itu. Kan banyak tahanan kabur. Mau ke Rutan nunggu sidang tiba tiba kabur," pungkasnya.
Baca juga:
Pemeriksaan selesai, Anwar dipindahkan ke Lapas Cipinang
Bantu Anwar kabur dari rutan, Irma terancam pidana 2 tahun 8 bulan
Anwar kabur, Rutan Salemba akui kurang pengawasan pengunjung wanita
Anwar kabur, Rutan Salemba akui kurang pengawasan pengunjung wanita
Polda Metro sebut tak ada kelalaian sipir rutan atas kaburnya Anwar
Istri sempat minta Anwar pikir-pikir sebelum kabur
Anak Anwar histeris cari ibunya saat rekonstruksi di Rutan Salemba
Diikuti anak dan istrinya, Anwar jalani rekonstruksi tertutup