Cegah Penyebaran Corona, Sistem Ganjil-Genap Sementara Dicabut
Anies meminta agar masyarakat sementara beraktivitas di rumah.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan penanganan virus Corona (COVID-19). Anies meminta agar masyarakat sementara beraktivitas di rumah.
"Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi. Kita akan menghapuskan sementara kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta. Jadi masyarakat bisa memilih moda transportasi lebih minim risiko penularan," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (15/3).
Pencabutan sistem itu disebut Anies tidak berlaku 2 minggu ke depan.
Menurut Anies, pencabutan itu dilakukan secara situasional dimulai pada Senin (16/3) besok. "Ini tidak diberlakukan 2 minggu, tapi kita cabut sementara," imbuh Anies.
Stok Kebutuhan Pangan Aman
Untuk stok kebutuhan pangan di Jakarta, Anies memastikan semua terkendali. "Stok kebutuhan pangan di Jakarta cukup baik," tutur Anies.
Anies mengatakan, Bulog sudah menginformasikan terkait stok beras. Untuk beberapa waktu ke depan stok beras sebanyak 130.000 ton di Bulog.
"Kalaupun tidak ada pasokan selama beberapa waktu ke depan. 130 Ribu ton beras. Tanpa pasokan kita bertahan dua bulan," ujarnya.
Menurut Anies, stok kebutuhan pangan di Pasar Induk Beras Cipinang dan PD Pasar Jaya juga aman. Dia juga memastikan kebutuhan pokok bagi penerima subsidi.
"Ini diamankan juga dengan Pasar Induk Beras Cipinang dan PD Pasar Jaya. Bagi masyarakat penerima kebutuhan pokok bersubsidi bisa mendapatkan di Pasar Jaya dengan leluasa," pungkas Anies.
Baca juga:
Cegah Corona, Anies Ajak Masyarakat Jakarta Beribadah di Rumah
Anies Minta Warga DKI Kurangi Intensitas Keluar Rumah Cegah Penyebaran Corona
Jubir Pemerintah Akui Ada Tenaga Medis Positif Terpapar Virus Corona
Anies: Sudah Perlu Menutup Kedatangan Orang dari Dalam dan Luar Jakarta
Jaga Stabilitas Pasar, Anies Instruksikan Pembatasan Penjualan Sembako