Camat Cengkareng: Senin Siswa Sekolah, Tapi Semua Alat Tulis Hanyut oleh Banjir
Tentu bantuan dalam berbagai bentuk masih dibutuhkan warga. Termasuk bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak banjir.
Banjir yang terjadi pada Rabu (1/1) lalu menghambat banyak aktivitas warga Jakarta. Salah satunya kegiatan persekolahan setelah masa liburan usai.
Camat Cengkareng, Ahmad Faqih mengatakan, kini yang juga menjadi persoalan yakni kegiatan belajar mengajar yang akan kembali dimulai pada Senin (6/1) besok. Sebab, semua perlengkapan sekolah siswa pun turut hanyut disapu banjir.
"Senin, siswa sudah mau masuk sekolah. Semua alat tulis semua sudah hanyut," kata ketika menerima bantuan dari Ketua DPD RI La Nyalla, di RW 02, Rawa Buaya, Jakarta, Minggu (5/1).
Tentu bantuan dalam berbagai bentuk masih dibutuhkan warga. Termasuk bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak banjir.
"Dan ini masih dibutuhkan oleh warga. Kami imbau kepada bisa sisihkan," ungkapnya
Dia menjelaskan, banjir yang terjadi pada Rabu (1/1) lalu, merendam semua kelurahan yang ada di wilayah. Tercatat ada enam Kelurahan.
Dari enam Kelurahan tersebut, tercatat ada dua Kelurahan yang terdampak paling parah, yakni Kelurahan Rawa Buaya dan Kelurahan Duri Kosambi.
"Rawa Buaya ada 12 RW dan Duri Kosambi ada 14 RW. Seluruhnya terendam banjir. Jadi tidak ada yang tidak kena (banjir). Ketinggian air, di tempat yang terdalam, 2,5 sampai 2,9 meter. Terendah, 60-80 sentimeter," jelas dia.
Banjir juga menyisakan sampah bertumpuk. Saat ini, proses pembersihan lingkungan mulai dilakukan.
(mdk/ray)