Cabe-cabean buat umpan pacar pelaku pemerasan di Kota Tua
"Korbannya yang anak sekolahan yang culun-culun. Yang kira-kira enggak berani ngelawan," ujar Efri.
Salah seorang pelaku pencurian dengan menggunakan kekerasan yang memancing korbannya dengan gadis cabe-cabean, Efri (19) mengaku modus yang digunakan merupakan ide keempat pelaku. FAS (14), gadis cabe-cabean yang digunakan sebagai umpan adalah kekasihnya.
"Idenya, ide bersama. Yang jadi umpannya, pacar saya. Dianya mau sendiri, saya gak paksa," ujar Efri di Mapolsektro Taman Sari, Rabu (26/3).
Remaja yang di lengannya dipenuhi tato ini mengatakan, dalam menentukan korban, keempatnya memantau terlebih dahulu. Jika korban dianggap culun, baru keempatnya melancarkan aksinya.
"Korbannya yang anak sekolahan yang culun-culun. Yang kira-kira enggak berani ngelawan," ujarnya.
Saat menjalankan aksinya, keempatnya melengkapi diri dengan senjata tajam seperti celurit dan pisau. Efri mengaku senjata tajam itu tidak digunakan untuk melukai korban, hanya untuk menakut-nakuti.
"Kalau korbannya sudah takut, gampang nguras barangnya."
Setelah berhasil menguras harta benda korban, keempatnya lalu menjualnya kepada orang yang berada di kawasan Kota Tua, tempat komplotan Efri beraksi. Uang hasil penjualan kemudian dibagi rata.
"Uangnya buat makan sehari-hari," ujar Efri.(mdk/did)