Bus belum tersedia, penerapan tarif perkilometer optimal tahun depan
Tahun ini akan diberlakukan untuk angkutan Kopami dan Kopaja.
Pemprov DKI Jakarta tetap akan menggunakan sistem pembayaran rupiah perkilometer untuk semua moda transportasi umum. Namun, penerapannya tidak bisa dikebut dalam tahun ini.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan bisa diterapkan pada angkutan Kopaja dan Kopaja Mini (Kopami). Sedangkan angkutan lainnya menyusul tahun depan karena kebutuhan bus yang dipesan belum dapat dipenuhi oleh produsen.
"Enggak keburu tahun ini. Belinya busnya, produksi busnya enggak secepat ini. Kami harapkan hingga tahun ini bisa beberapa persen. Tahun ini Kopami Kopaja saja," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/5).
Dia menjelaskan, sistem ini tidak akan diselenggarakan secara pukul rata. Sebab untuk transportasi perbatasan akan memiliki tarif lebih murah dibandingkan yang beroperasi di Jakarta.
"Lelang dari luar kota sama dalam kota kan beda. Kalau dari luar kota kan lebih longgar jadi harganya lebih rendah. Soalnya dia masuk kota terus muter," tutupnya.
Baca juga:
Cerita Ahok temukan anggaran satpam taman Rp 4 miliar per tahun
Datangi kantor Ahok, Kabareskrim ambil data kasus UPS
Ahok bakal kirim siswa Jakarta ke Korsel belajar teknologi informasi
Ahok bakal cabut izin trayek Kopaja suka ugal-ugalan
Ahok ungkap cara PNS DKI dan konsultan akali proyek hingga miliaran
2,5 Tahun pimpin Jakarta tak bangun apa-apa, Ahok salahkan anak buah
Ahok resmikan pengolahan lumpur PT Aetra