Buru tikus, Pemprov DKI akan gelontorkan Rp 20 juta per kecamatan
Selain menggunakan APBD, Djarot menambahkan, kegiatan berburu tikus juga akan melibatkan pihak swasta yang berkaitan dengan kesehatan. Menurut Djarot, pelibatan pihak swasta ini yaitu dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan perburuan tikus. Untuk satu kecamatan, Pemprov akan menggelontorkan Rp 20 juta meski anggaran tersebut belum dimasukan dalam APBD 2017.
"Untuk satu kecamatan Rp 20 juta nanti kita evaluasi saja," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di rumah dinasnya, Jl Besaki Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Kamis (27/10).
Selain menggunakan APBD, Djarot menambahkan, kegiatan berburu tikus juga akan melibatkan pihak swasta yang berkaitan dengan kesehatan. Menurut Djarot, pelibatan pihak swasta ini yaitu dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Kendati demikian, rencana tersebut diakui Djarot masih perlu kajian dan evaluasi dari respon masyarakat.
"Kalau ini bagus meriah akan kita teruskan dengan menggandeng beberapa perusahaan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Sama dengan CSR yang berkaitan dengan lingkungan," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menggagas Gerakan Basmi Tikus di Jakarta. Warga yang berhasil menangkap dihadiahi Rp 20.000 per ekor.
Djarot menjelaskan, standar operasional prosedur (SOP) Gerakan Basmi Tikus akan segera selesai. Sebab dia tidak ingin program ini sebagai salah satu ajang kampanyenya.
"SOP-nya lagi disusun oleh asisten pemerintahan, sehingga nanti disosialisasikan ke kelurahan RT/RW dan PPSU," kata Djarot di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (21/10). (mdk/sho)