Buntut Seremoni Penutupan Gerai di Tengah Pandemi, McD Sarinah Ditegur Satpol PP
"Ketika closing itu mereka enggak banyak. Tapi karena itu kegiatan di pinggir jalan, sehingga orang ikut berkerumun."
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Arifin klaim telah menegur keras manajemen Mcd Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Teguran keras lantaran beredar video seremoni penutupan gerai di media sosial yang menyebabkan kerumunan orang di tengah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
"Kita menegur keras. Dalam artian kita menegur pihak penyelenggara kegiatan itu karena seharusnya enggak perlu lagi ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremoni," kata Arifin saat dikonfirmasi, Senin (11/5).
Ia melanjutkan, lantaran lokasi gerai yang berada di pinggir jalan, praktis acara seremoni penutupan malah mengundang warga yang melintas sehingga terjadilah kerumunan.
"Ketika closing itu mereka enggak banyak. Tapi karena itu kegiatan di pinggir jalan, sehingga orang ikut berkerumun," tuturnya.
"Nah, karena banyak orang, muncullah viral di beberapa medsos. Kemudian kita mendapat laporan, maka kemudian Satpol PP meluncur ke lokasi untuk membubarkan kerumunan-kerumunan itu," sambungnya.
Tak Beri Sanksi
Meski ditegur, nyatanya manajemen Mcd Sarinah tak diberi sanksi. Alasannya karena gerai sudah tutup.
"Ya kan sudah tutup. Kan kita tegur keras," kilahnya.
Pun, Arifin klaim acara tersebut tak berlangsung lama karena sudah dibubarkan Satpol PP.
"Itu kan enggak lama langsung dibubarkan aja. Enggak lama karena setelah itu dibubarkan," sambungnya.
(mdk/rhm)