Buntut Disbudpar disemprot Ahok, banyak festival budaya dihapus
"Sekarang DKI butuh uang lebih besar untuk rumah susun sewa, penanggulangan banjir, kesehatan, transportasi."
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, marah besar saat tahu banyak anggaran di Dinas Pariwisata dan Budaya tak digunakan dengan baik. Buntut temuan itu, sejumlah event kesenian dan budaya yang pernah digagas Jokowi saat jadi gubernur kini dihapus.
"Ada penghapusan event-event yang selama ini dilaksanakan. Contoh, Jakarta Karnaval tidak dilaksanakan lagi. Dihapus. Terus ada event lainnya seperti Indonesia Dance Festival, terus Festival Kota Tua, Festival Imlek dan festival lainnya," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Purba Hutapea, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/11).
Sebenarnya, kata Purba, sejumlah kegiatan tersebut dibuat untuk mempromosikan Jakarta pada wisatawan. Tapi seiring berkembangnya zaman, tambah dia, gubernur Basuki melihat event festival yang digagas selama ini lebih baik diperkenalkan lewat sosial media. Sehingga mau tak mau, harus dihapus sejumlah kegiatan yang sudah rutin berjalan maupun baru beberapa kali.
"Lebih dari 10, hampir 15 (dihapus). Ada yang rutin, ada yang baru diusulkan tahun 2016. Indonesia Dance Festival itu sekali dua tahun," tambahnya.
Soal berbagai tudingan Ahok yang menyebut keberadaan Event Organizer (EO) hanya membuat anggaran bengkak, Purba tak mau menanggapi berlebih. Kata dia, justru di era serba canggih seperti saat ini rasanya wajar bila sebuah kegiatan dilakukan dengan bantuan EO.
"Kalau menurut kalian gimana? Pada masa teknologi informasi seperti ini, untuk event besar perlu enggak? Karena untuk melaksanakannya perlu keahlian, lighting, ahli sistem. Perlu enggak kira?" tanyanya.
"Sebenarnya perlu. Ada pemikiran kalau EO itu banyak yang sebutlah, terlalu mencari keuntungan. Kenapa tidak swakelola, sebenarnya itu pertimbangannya. Kita sebenarnya perlu festival, tapi tadi pertimbangannya ada yang lebih prioritas," sambungnya.
Ahok berpesan padanya, nantinya dana festival yang dipotong akan digunakan untuk proyek prioritas. Seperti perbaikan infrastruktur, penanganan banjir dan lain-lain.
"Sekarang ini DKI membutuhkan uang yang lebih besar untuk rumah susun sewa, untuk penanggulangan banjir, kesehatan, transportasi, dan taman," kata bekas Kadis Dukcapil.
Tapi, dia memastikan tak semua kegiatan seni dan budaya dihapus Ahok. Ada beberapa yang tetap dipertahankan, seperti menyangkut pelestarian budaya betawi, konferensi internasional Council Promotion of Tourism in Asia.
"Itu enggak bisa dihapus dan itu juga boleh pakai EO tapi EO yang profesional. Jadi anggaran-anggaran event tadi, sebagian dialihkan ke empat sektor rusun dll. Terkait swakelola, ini bukan masalah ini harus swakelola atau tidak tapi kita mengacu pada perpres," pungkasnya.
Baca juga:
Warga Bidara Cina minta ganti 100%, Ahok tegaskan 'enggak adil ini'
Disemprot Ahok soal pemborosan anggaran, ini kata Kadis Taman DKI
Beri Rp 1 T ke Bekasi, Ahok pesan 'selama masuk akal kenapa tidak'
Ada anggaran honor programmer Rp 57 juta, Ahok bilang 'gila aja'
Jalan bawah tanah di Sudirman pakai AC, Ahok yakin warga nyaman
Marah Ahok ke Dinas Taman: Beli bunga miliaran, pembibitan tak siap
Setelah Disparbud, Ahok semprot juga Disdik & Dinas Pertamanan