Buntut demo sopir, transjakarta bentuk tim masalah tenaga kerja
Buntut demo sopir, transjakarta bentuk tim masalah tenaga kerja. Tujuan pembentukan tim ini sebagai bagian dari pembenahan kepegawaian di dalam tubuh BUMD transportasi. Pembentukan tim ini merupakan usul atau ide dari Gubernur DKI Jakarta.
Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono akan membentuk tim khusus yang ditugaskan menyelesaikan persoalan kepegawaian. Langkah ini diambil menyikapi demo sopir TransJakarta beberapa waktu lalu.
"Pak Gubernur memutuskan untuk membentuk suatu tim. Ini problem bukan sekarang saja, problem dari tahun-tahun lalu, masalah kontrak, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) masalah tetap. Masalah segala macem sudah berlangsung dari tahun 2004," kata Budi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Tujuan pembentukan tim ini sebagai bagian dari pembenahan kepegawaian di dalam tubuh BUMD transportasi. "Supaya pembenahan transJakarta terus berlangsung, supaya karyawan tidak kehilangan haknya secara fair. Maka dibentuk tim PT enggak mungkin juga memutuskan sejak awal," katanya.
Dia mengapresiasi langkah penyelesaian jangka panjang yang digagas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. "Solusi yang sudah diputuskan pak gubernur bagus, memikirkan masalah bukan hanya yang timbul sekarang, tapi juga soal masalah seluruhnya. Saya yakin bisa menyelesaikan masalah semuanya sekarang setelah sudah bertahun-tahun tertunda," sambungnya.
Tim ini gabungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta (Disnaker), Dinas Perhubungan (Dishub) sampai biro hukum Pemprov DKI. Pihaknya berjanji membentuk tim ini secepatnya.
"Mungkin juga inspektorat supaya yang kami putuskan tidak jadi beban Tj semua dan ini sah tidak menyalahi suatu ketentuan. Mungkin juga nanti ada dari biro hukum, yg mengkaji semua, pendataan semua, secara aturan legalnya, bukan aspek ketenagakerjaan hubungan antara karyawan dan perusahaan, Mungkin karena kami bagian BUMD, badan pembina BUMD maka dilibatkan kan juga," jelasnya.