Buntut aksi anarkis PKL, Kapolda Metro Jaya kerahkan 200 polisi
Tito telah menginstruksikan anak buahnya untuk menjaga Monas dari kericuhan.
Aksi pengrusakan Lenggang Jakarta dilakukan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) karena tidak mendapat izin berdagang. Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Polda Metro mengerahkan 100 personel Brimob dan 100 personel Sabhara di sekitar Monas.
"Apapun alasannya aksi anarkis tidak diperbolehkan. Tidak ada yang boleh main hakim sendiri, polisi akan tegakkan hukum. Penguatan pasukan di sana kita taruh 100 Brimob," tegas Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian di saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/6).
Tito menerangkan, aksi pengerusakan di Monas berlangsung di beberapa titik. Awalnya massa menyerbu Pos Gambir Blok A, kemudian berlanjut menuju Kantor Lenggang Jakarta. Saat itu, massa membawa senjata tajam berupa samurai, balok kayu, batu hingga menjebol pintu gerbang.
"Saya paham ini masalah perut, apapun alasannya tidak dibenarkan, langkah hukum akan diproses. Kalau ada aktor intelektual kita lacak dan tindak," tegasnya.
Tito mengaku telah menginstruksikan anak buahnya untuk menjaga Monas agar kericuhan terulang kembali.
"Kita taruh personel kepolisian sebanyak 200 personel. Itu dari personel gabungan Shabara dan Brimob," pungkasnya.
Baca juga:
Ditangkap, provokator PKL perusak di Monas sedang hamil 6 bulan
Cegah bentrokan PKL, Kodam Jaya kerahkan ratusan prajurit ke Monas
Ahok minta PKL yang bikin rusuh disemprot air comberan
PKL Monas serang kantor Lenggang Jakarta karena cemburu izin
Diserang PKL, kantor dan restoran Lenggang Jakarta rusak parah