LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

BPBD DKI Sebut Kondisi Tujuh Pintu Air di Jakarta Terpantau Normal

Berdasarkan informasi laman resmi BPBD DKI Jakarta, ketinggian air di Pintu Air Manggarai tercatat 615 cm (normal/siaga 4), Karet 310 cm (normal/siaga 4), Krukut Hulu 20 cm (normal/siaga 4), dan Pesanggrahan 75 cm (normal/siaga 4).

2020-01-11 07:14:00
Pemprov DKI
Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyampaikan ketinggian air di tujuh pintu air, Sabtu (11/1) pagi, terpantau normal. Meski kawasan ibu kota sempat diguyur hujan dengan intensitas lebat pada Jumat (10/1) malam.

Berdasarkan informasi laman resmi BPBD DKI Jakarta, ketinggian air di Pintu Air Manggarai tercatat 615 cm (normal/siaga 4), Karet 310 cm (normal/siaga 4), Krukut Hulu 20 cm (normal/siaga 4), dan Pesanggrahan 75 cm (normal/siaga 4).

Seterusnya, ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu mencapai 75 cm (normal/siaga 4), Waduk Pluit 175 cm (normal/siaga 4), dan Pasar Ikan 145 cm (normal/siaga 4). Kondisi normal juga terpantau di Pintu Air Katulampa Bogor dengan ketinggian 30 cm dan Pintu Air Depok 115 cm.

Advertisement

Seperti dilansir dari Antara, meski ketinggian air terpantau normal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Sabtu malam.

Sementara, hujan ringan diperkirakan mengguyur kawasan Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Kepulauan Seribu sejak pagi hari dengan suhu berkisar 23 hingga 31 derajat celcius dan kelembapan udara 80 hingga 100 persen.

Kondisi tersebut sudah diinformasikan sebelumnya oleh BMKG dimana berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, aktivitas monsun Asia masih signifikan dan gelombang atmosfer (MJO) di wilayah Indonesia masih aktif.

Advertisement

Hasil analisis dinamika atmosfer itu juga menunjukkan pola konvergensi angin yang memanjang mulai dari Provinsi Banten bagian utara hingga Provinsi Nusa Tenggara sebagai akibat dari adanya pusat tekanan rendah di Barat Laut Australia dan Bibit Siklon Tropis di sekitar Teluk Carpentaria Australia.

Kondisi itu berpotensi secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

Baca juga:
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Transjakarta Tambah Shelter Berteduh
Banjir Jakarta Hasilkan 50 Ribu Ton Sampah
Polisi Panggil Pejabat DKI Soal Banjir, Diharap Ciptakan Efek Jera
PLN Tinggikan 170 Gardu Distribusi Antisipasi Banjir Susulan
10 Kementerian Lembaga Bakal Asuransikan Gedung Tahun Ini

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.