BLU tawarkan solusi agar sopir Transjakarta tak mogok
BLU Transjakarta meminta PT JET agar memasukkan tagihan sebesar Rp 5 miliar.
Ancaman mogok sejumlah karyawan dan pramudi PT Jakarta Express Trans (JET) menjadi perhatian serius. Jika tidak ada solusi, pengoperasian bus Transjakarta koridor I (Blok M - Kota) dan koridor X (PGC - Tanjung Priok) akan menjadi kendala.
Ketua Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, M Akbar mengatakan, dalam watu cepat harus ada jalan keluar. Gaji bulan Agustus yang belum bayarkan agar segera diselesaikan.
"Terkait dengan pembayaran gaji pengemudi yang sampai Agustus belum dibayarkan, dari Direksi PT JET mengaku kekurangan uang tidak ada cash di kantor," ujar Ketua Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, M Akbar saat jumpa pers di Dewan Transportasi Kota Jakarta, Kamis (6/9).
Akbar menambahkan, pihaknya sudah meminta PT JET agar memasukkan tagihan sebesar Rp 5 miliar. "Tetapi sampai hari ini, PT JET belum mengajukan tagihan, padahal kami sudah siapkan ceknya sementara delapan operator lain sudah masuk dan kami proses. Ini yang menjadi tanda tanya bagi kami. Padahal di media dia mengeluarkan pernyataan masalah keuangan," katanya.
Selain itu, PT JET seharusnya menjalankan kewajibannya "Saya tidak tahu apa karena kontrak sudah mau habis makanya dia buat ulah," ujarnya.
Sementara itu Direktur Operasional PT Jakarta Ekspres Trans (JET) Payaman Manik mengaku tidak bisa berbuat banyak jika memang para karyawan beserta pramudi bus melakukan aksi mogok. Menurutnya segala upaya sudah dilakukan oleh pihaknya untuk menutupi kewajiban membayar gaji karyawan, namun belum kunjung berhasil.
"Kami sudah berusaha untuk meminjam kepada pihak ketiga namun tidak berhasil. Jika memang pada akhirnya mereka mogok operasi kami tidak bisa berbuat banyak itu hak mereka. Namun kalau bisa jangan sampai itu terjadi," jelasnya.(mdk/has)