Beromzet ratusan juta semalam, warga tak sepakat Kalijodo digusur
Banyak warga yang menggantungkan hidupnya di kawasan lokalisasi tersebut.
Pascakecelakaan maut yang melibatkan mobil Toyota Fortuner dan motor Yamaha Mio, Senin (8/2) dini hari lalu membuat lokalisasi Kalijodo, Pademangan, Jakarta Utara menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal menertibkan kawasan tersebut.
Namun, tak semua warga setuju atas usulan Basuki. Apalagi, jika tindakan penertiban dilakukan tanpa didahului proses sosialisasi terhadap masyarakat yang mendiami kawasan Kalijodo.
"Sekarang pertanyaannya yang mau dibongkar itu kafe aja, apa semua rumah warga? Tapi harus ada sosialisasi dulu. Kalau tiba-tiba ada pembongkaran tanpa pemberitahuan, kita sebagai warga juga pasti melawan," ujar salah satu warga Kalijodo yang enggan disebutkan namanya saat ditemui merdeka.com, Rabu (10/2).
Warga juga menuturkan bahwa tempat tersebut merupakan lahan bisnis dengan banyak orang bergantung di dalamnya dengan keuntungan yang fantastis. Bahkan, omzetnya diyakini mencapai ratusan juta dalam semalam.
"Itu kalau dibongkar, dampaknya bakal luas sekali. Di kafe-kafe itu kan menghidupi ribuan orang. Di sana omzetnya mah udah ratusan juta per malam. Warga situ kan mikirnya soal masa depan anaknya," tambah warga lainnya.
Tak hanya itu, warga juga menyebut wacana penggusuran sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Akan tetapi, belum terealisasikan sampai sekarang.
Baca juga:
Cerita PSK Kramat Tunggak jual nasi uduk dan jadi tukang cuci
Kisah pria-pria peliharaan PSK di Kramat Tunggak
Kisah PSK Kramat Tunggak kesurupan karena belajar ilmu hitam
PSK Kramat Tunggak percaya berhubungan saat haid bikin pacar setia
Ini pengakuan PSK yang dulu jual diri di Kramat Tunggak