Barisan RT/RW harap Agus-Sylvi jadi pemimpin adil jika terpilih
"Baret berdiri Tanggal 17 Agustus 2008. Baret terpanggil karena kepemimpinan gubernur saat ini tidak berkeadilan sosial dan tidak ada musyawarah mufakat, sudah kurang bisa dianggap oleh masyarakat," kata Abdul.
Barisan RT/RW (Baret) DKI Jakarta, bersama Warga Jembatan Besi Tambora, Jakarta Barat memanggil bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Pemanggilan ini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ketua Baret Abdul Gopur mengatakan, agar pasangan ini bisa mendengar aspirasi warga Jakarta. Sebab menurutnya, gubernur saat ini tidak mencerminkan pemimpin yang adil dan bermusyawarah.
"Baret berdiri Tanggal 17 Agustus 2008, ini dibentuk karena sebagai bentuk perwakilan masyarakat yang ada di wilayah menyambung aspirasi rakyat terhadap pemerintah. Baret terpanggil karena kepemimpinan gubernur saat ini tidak berkeadilan sosial dan tidak ada musyawarah mufakat, sudah kurang bisa dianggap oleh masyarakat," kata Abdul di Jakarta, Sabtu (22/10).
Dia menambahkan, ada sekitar 1080 RT di Tambora, sekitar 70 persen mendukung Agus-Sylvi. "Ya sekitar 70 persen mendukung. Kalau 100 persen saya nanti mengada-ada. Warga Tambora punya hak pilih itu hampir 400.000 hak pilih nanti," sambungnya.
Dalam acara ini, lanjutnya, dirinya ingin nantinya apabila Agus-Sylvi terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 hingga 2022, lebih baik dari sebelumnya yang harus mendengarkan aspirasi rakyat.
Baca juga:
Ahmad Yani dukung Anies-Sandiaga, PPP Kubu Romi anggap sikap pribadi
Agus tawarkan opsi selain penggusuran jika terpilih jadi gubernur
Ditanya survei SMRC, Ahok bilang kalah ganteng dari Anies dan Agus
Djarot: Pak Anies dan Pak Sandiaga sudah kesalip sama Pak Agus
Agus Harimurti: Kumuh dan miskin adalah kekuatan
Jika terpilih, AHY diminta tak gusur warga pinggiran tol Pluit
Survei SMRC: Ahok-Djarot unggul di sektor sosial demografi