Bantu PSBB Transisi, 2.000 ASN DKI Akan Ditempatkan di Objek Vital
Arifin menambahkan, tempat pengawasan yang turut menjadi prioritasnya adalah tempat keramaian seperti danau, rumah makan, dan perkantoran. Untuk itu, dengan adanya penambahan 2.000 ASN, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Arifin menuturkan dua ribu Aparatur Sipil Negara (Pemprov DKI) yang disiagakan mengawasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, akan ditempatkan di tempat vital seperti pasar dan fasilitas umum. Khusus di pasar, Arifin mengaku pihaknya tidak cukup personel untuk melakukan pengawasan.
"Ya (ASN) diturunkan di tempat-tempat objek vital. Sementara (Satpol PP) kekurangan (personel) untuk di pasar. Ini juga belum pasar kaget," kata Arifin, Rabu (24/5).
Arifin menambahkan, tempat pengawasan yang turut menjadi prioritasnya adalah tempat keramaian seperti danau, rumah makan, dan perkantoran. Untuk itu, dengan adanya penambahan 2.000 ASN, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Arifin juga mengingatkan, agar masyarakat tidak berkerumun saat bersepeda. Ia menuturkan, saat ini masih banyak pesepeda yang berkerumun usai aktivitas. Bahkan, imbuhnya tidak sedikit pesepeda menjadikan jalur sepeda bak tempat tongkrongan.
Satpol PP, kata Arifin, secara rutin melakukan pengawasan terhadap pesepeda. Hanya saja, para pesepeda yang berkerumun lekas membubarkan diri ketika melihat personel Satpol PP.
"Kalau nongkrong selama ini juga kita selalu ingatkan untuk memperhatikan social distancing kadang-kadang mereka kalau sudah kita datangi mereka bubar," ucapnya.