Bantah Sandiaga, Haji Lulung sebut tidak ada preman di Tanah Abang
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung membantah ada preman-preman yang menguasai kawasan Pasar Tanah Abang.
Salah cara yang akan dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam menata kawasan Tanah Abang adalah mengajak diskusi preman-preman di sana. Sandi berencana menyambangi markas dan tempat para preman Tanah Abang biasa berkumpul.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung bereaksi. Dia membantah ada preman-preman yang menguasai kawasan Pasar Tanah Abang.
"Enggak ada preman di situ. Ada enggak kejadian perampokan di situ? enggak ada, lalu pencopetan satu dua kan di Senen juga ada," tegas Lulung saat ditemui di rumah dinas Ketua DPRD DKI di jalan Imam Bonjol nomor 37, Jakarta Pusat, Senin (6/11).
Soal rencana penataan kawasan Tanah Abang, dia menyarankan agar Pemprov DKI melibatkan masyarakat sekitar. Sebab, semrawutnya kawasan Tanah Abang bukan hanya karena pedagang kaki lima (PKL) namun terdapat aspek sosial di dalamnya.
"Kalau seperti kemarin menertibkan PKL saja itu bukan penataan. Saya ingin serius dalam penataan Tanah Abang, aspek sosial apa saja, PKL, lalu lintas, keamanan, parkir, kebersihan itu semua aspek (sosial)," jelasnya.
Dia memberikan solusi kepada Pemprov DKI untuk menata PKL Tanah Abang. Mereka harus diberi tempat untuk berjualan, namun tempat itu harus strategis sehingga PKL tidak ditinggal para pelanggannya.
"Saya sudah kasih solusi, artinya bagaimana ke depan Tanah Abang itu penataan PKL kita harus punya satu tempat khusus untuk relokasi, sangat banyak tempatnya," ucapnya.
Baca juga:
Tanah Abang menanti solusi 'out of the box' ala Anies-Sandiaga
Sandiaga gunakan drone pantau penertiban sekaligus pemetaan kawasan Tanah Abang
Anies sebut penertiban PKL solusi jangka pendek tata Tanah Abang
Bantah dapat upeti dari PKL Tanah Abang, Satpol PP tuding itu kerjaan preman
Ajak diskusi, Sandiaga akan datangi markas preman Tanah Abang
Sandi sebut keluhan di Tanah Abang lebih banyak soal perbaikan jalan