LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Banjir Surut, Warga Rawajati Mulai Bersihkan Lumpur.

Banjir Surut, Warga Rawajati Mulai Bersihkan Lumpur. Mengenai bantuan Sari mengaku sebenarnya obat-obatan sudah dipasok oleh Puskesmas setempat. Namun yang sangat dibutuhkan oleh warganya ialah pasokan makanan.

2019-04-28 11:08:20
Banjir Jakarta
Advertisement

Banjir yang melanda sebagian Jakarta menyisakan begitu banyak lumpur yang menggenangi pemukiman warga. Tak terkecuali di RT 004 RW 007 Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.

Di RT ini merupakan salah satu terparah yang dilanda banjir. Mengingat RT ini langsung berbatasan dengan bibir Sungai Ciliwung. Menurut pantauan di lapangan, warga dibantu oleh Brimob, PPSU, Kelurahan, Tim Hijau, serta Pemadam Kebakaran bahu membahu membersihkan lumpur.

Menurut Ketua RT 004, Ihin Sholihin, banjir yang menggenang mencapai ketinggian sekitar 3 meter. Banjir tersebut menyisakan genangan lumpur setinggi kurang lebih 50 sentimeter.

Advertisement

"Warga mulai membersihkan lumpur sekitar jam 3 sore, namun memang sudah ada beberapa yang membersihkan dari jam 11 siang," tutur Sholihin di tempat banjir, Minggu (28/4).

Menurut keterangannya, ada sebanyak 80 KK yang terdiri dari 30 rumah di RT-nya yang terendam banjir. Sholihin mengaku bahwa dari pihak dinas serta kapolsek setempat sudah memberikan bantuan.

Sementara Ketua RW 007 Kelurahan Rawajati, Sari Budi Handayani mengaku kalau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan bertandang ke lokasi banjir yang melanda RW-nya.

Advertisement

"Gubernur katanya akan datang kemarin, tetapi kami tunggu sampai sore hari tidak kunjung datang, tidak ada keterangan juga kenapa," kata Sari.

Mengenai bantuan Sari mengaku sebenarnya obat-obatan sudah dipasok oleh Puskesmas setempat. Namun yang sangat dibutuhkan oleh warganya ialah pasokan makanan.

Ia menuturkan bahwa dapur umum di sana hanya bisa menghasilkan nasi bungkus 200, sedangkan jumlah pengungsinya mencapai 1.325 jiwa.

"Memang ada bantuan 300 nasi bungkus dari Dinsos. 200 Tambah 300 hanya 500, masih kurang sekitar 800-an lagi," katanya.

Sari mengaku bahwa dapur umum di sana sangat membutuhkan tenaga untuk memasak. "Bahan mentah ada, tetapi yang masak kurang. Tenaga di sini tidak terbiasa masak cepat," tuturnya.

Ia menuturkan biasanya ada tenaga bantuan yang membantu mereka untuk masak, namun mungkin karena banjirnya baru, maka tenaga bantuan belum ada. "Ya kami butuh subsidi nasi bungkus," kata Sari.

Sari menerangkan bahwa banjir kali ini bukanlah banjir baru. Warganya memang sering dilanda banjir, bahkan tahun-tahun kemarin hingga berbulan-bulan.

"Tahun kemarin sekitar bulan Februari, makanya kami heran harusnya bulan-bulan ini sudah kering tetapi malah banjir," katanya.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Anies Puji Imbauan Ahok agar Warga DKI Bantu Korban Banjir
Ratusan Korban Banjir di Jakarta Tinggalkan Lokasi Pengungsian
Mendengar Harapan Warga Kebon Pala Korban Banjir dari Balik Pengungsian
Banjir Perlahan Surut, Warga Kebon Pala Mulai Bersihkan Rumah
Pasukan Oranye dan Biru Bantu Warga Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.