Antisipasi beras plastik, wali kota Jakut dan Satpol PP sidak pasar
Rustam memaparkan sampai saat ini belum ada warga Jakarta Utara yang mengeluh adanya beras plastik di wilayahnya.
Guna mencegah bertambah maraknya beras sintetis (plastik) yang saat ini beredar, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta Kukuh Hadih S melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Jakarta Utara. Sidak tersebut merupakan yang kedua kalinya di wilayah Jakarta Utara.
"Hari ini kedua kalinya kami melaksanakan operasi pengecekan beras. Karena di wilayah lain seperti Bekasi terdeteksi ada berita beras plastik. Ini membahayakan masyarakat karena merugikan dan membahayakan kesehatan," kata Rustam, Selasa (26/5).
Rustam menuturkan, sidak yang dilakukan bersama pihak kepolisian dengan 200 Satpol PP Jakarta Utara, 45 polisi Polres Jakarta Utara, 10 Sudin UMKM dan 10 Sudin Kelautan Pertanian Ketahanan Pangan (KPKP) ini dilaksanakan di 20 pasar tradisional dan 10 agen beras di wilayah Jakarta Utara. "Dalam satu pasar masing-masing kami ambil 2 sample. Sample itu kami beli. Total semua ada 60 sample yang akan kami uji di laboratorium Pertanian di Cibubur," jelasnya.
Dalam sidak ini, Rustam memaparkan sampai saat ini belum ada warga Jakarta Utara yang mengeluh adanya beras plastik di wilayahnya. "Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan beras plastik. Bila ditemukan, akan dipidana, dan segera ditelusuri dari mana beras tersebut berasal," ucapnya.
Dirinya memaparkan sidak akan terus dilanjutkan, bukan hanya di pasar tradisional saja, namun akan merambah ke pasar modern seperti supermarket dan mini market. "Semua akan kami periksa, kan bahaya bila beras plastik dikonsumsi masyarakat. Barang yang nggak harus dijual, jangan dijual dong. Kan membahayakan masyarakat," tutupnya.(mdk/eko)