Anies Sebut Warga Rentan Akan Diberi Bansos Saat PSBB Diberlakukan
Anies mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan secara detail terkait pemberian bansos kepada masyarakat. Termasuk detail regulasi terkait pelaksanaan PSBB ketat segera diumumkan.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan menarik rem darurat dan menerapkan kembali kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini efektif berlaku mulai 14 September mendatang.
Selama PSBB diberlakukan, Anies memastikan Pemprov DKI akan memberikan bantuan sosial atau bansos kepada warga. Kegiatan tersebut akan bekerjasama dengan Kementerian Sosial.
"Dengan kembali berlakunya PSBB, maka kami di pemerintah berkewajiban untuk memberikan dukungan bantuan sosial kepada masyarakat paling rentan terdampak," kata Anies dalam video YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (9/9).
Anies mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan secara detail terkait pemberian bansos kepada masyarakat. Termasuk detail regulasi terkait pelaksanaan PSBB ketat segera diumumkan.
"Detailnya kita akan sampaikan di hari-hari ke depan, tapi secara garis besar pada prinsipnya perlu kami sampaikan awal sebagai ancang-ancang kepada seluruh masyarakat bahwa kita akan menuju PSBB," papar dia.
Seperti diketahui, Anies kembali menerapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota. Dia mengatakan hal tersebut guna mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin tinggi.
"Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi masa transisi tapi PSBB awal dulu," ujar dia.
Sementara itu, jumlah pasien positif Corona atau Covid-19 di Jakarta bertambah 1.026 kasus pada Rabu (9/9/2020). Dengan penambahan tersebut jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 sebanyak 49.837 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan 37.245 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,7 persen.
"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 11.245 orang yang masih dirawat atau isolasi," kata Dwi dalam keterangan pers.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com