Anies Beri Instruksi Tingkatkan Kapasitas Testing-Tracking Kontak Erat Kasus Omicron
Identifikasi virus varian Omicron berasal dari sampel petugas kebersihan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Akibatnya, area Wisma Atlet diisolasi selama tujuh hari.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan jajarannya, agar meningkatkan kapasitas testing dan tracking usai konfirmasi identifikasi pertama varian Omicron. Instruksi Anies ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.
"Pak Gubernur juga sudah instruksikan untuk terus meningkatkan pelayanan dan meningkatkan pengawasan," ucap Riza di Balai Kota, Jumat (17/12).
Politikus Gerindra itu berujar bahwa peningkatan kapasitas testing dan tracking selaras dengan instruksi pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.
"Kita terus meningkatkan testing sebagaimana yang sudah disampaikan kementerian kesehatan," tandasnya.
Identifikasi virus varian Omicron berasal dari sampel petugas kebersihan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Akibatnya, area Wisma Atlet diisolasi selama tujuh hari.
Keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.
"Perkembangan situasi terakhir menjadikan pemerintah harus bertindak cepat mencegah terjadinya transmisi lokal virus Varian Omicron. Isolasi RSDC adalah langkah yang diharapkan efektif untuk tujuan tersebut,” tutur Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Suharyanto dalam siaran persnya, Kamis (16/12).
Sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kasus pertama Omicron yang berhasil diidentifikasi berasal dari pekerja pembersih Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, berinisial N.
N dan dua orang lainnya menjalani tes PCR pada Rabu 8 Desember 2021. Hasil tes baru keluar pada Jumat 10 Desember. Dari hasil tersebut menunjukan ketiga orang tersebut positif Covid-19.
Di waktu bersamaan, Kementerian Kesehatan mengirim sampel hasil tes PCR ke Litbangkes untuk dilakukan tes whole genome sequencing (WGS).
Rabu, 15 Desember 2021, hasil tes menunjukan 1 orang terkonfirmasi tertular varian Omicron, sementara dua orang lainnya negatif.
Budi menyampaikan, saat dilakukan tes, tiga orang tersebut dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala.
Baca juga:
Peneliti: Omicron Lebih Cepat Menyebar Karena Gejala Klinis Ringan
Pasien Pertama Omicron Diisolasi di Tower 3 RSD Wisma Atlet
Jakut Serahkan Penanganan Karantina Orang dengan Omicron ke Kemenkes
Mendagri Ungkap Satgas di Daerah Bakal Gunakan Metode WGS dan SGTF Deteksi Omicron
Varian Omicron Terdeteksi di RI, Mendagri Minta Masyarakat Tetap Ketat Prokes
Omicron Masuk RI, Pengusaha Bus Harap Masyarakat Mau Segera Divaksin
Varian Omicron Masuk Indonesia, Ini Langkah yang Dilakukan Dinkes Sumsel