LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Anies Baswedan Minta Pabrik yang Cemari Udara Jakarta Ubah Metode Produksi

Anies mengatakan review dilakukan bukan bertujuan untuk menghukum perusahaan tersebut tapi agar perusahaan mengubah metode atau cara produksi mereka.

2019-09-16 15:00:00
Anies Baswedan
Advertisement

Ada sekitar 25 perusahaan di Jakarta yang diduga mencemari lingkungan. Pasalnya asap yang dikeluarkan dari pusat produksi perusahaan ini dinilai melebihi ambang batas baku mutu sehingga berpengaruh terhadap kualitas udara Jakarta. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tengah melakukan review terhadap sejumlah perusahaan ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan perusahaan ini diberi peringatan untuk mengoreksi mekanisme produksinya. Anies mengatakan review dilakukan bukan bertujuan untuk menghukum perusahaan tersebut tapi agar perusahaan mengubah metode atau cara produksi mereka.

"Tujuannya bukan menghukum tapi mereka mengubah cara mereka berproduksi. Jangan produksinya meninggalkan residu yang merusak lingkungan," jelasnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/9).

Advertisement

Sebanyak 25 perusahaan ini merupakan industri skala rumahan yang berada di Jakarta Utara, 23 di antaranya merupakan usaha pembakaran arang dan peleburan timah. Anies mengatakan pihaknya memberi tenggat waktu agar melaksanakan apa yang diperintahkan Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki mekanisme produksi. Jika tak dilaksanakan sesuai tenggat waktu maka baru sanksi akan diterapkan.

"Kalau tenggat waktu itu tidak ditunaikan, maka kita akan berikan sanksi termasuk pencabutan izin salah satu opsinya," jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta juga akan mengirimkan tim ke sekolah yang terdampak asap dari industri pembakaran arang dan peleburan timah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Tim ini akan melakukan filterisasi atau penyaringan agar sekolah bisa terbebas dari asap yang mengganggu prosesi belajar dan mengajar. Pengiriman tim ini merupakan upaya jangka pendek.

Advertisement

"Dalam jangka yang lebih panjang industrinya harus bersih. Jangan menimbulkan residu. Tapi dalam jangka pendek supaya anak-anak tidak terekspos dengan polutan ketika mereka belajar, khususnya pada saat dalam ruangan," jelasnya.

Saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies mengaku filterisasi ini pernah diterapkan pihaknya di kawasan yang dilanda kebakaran. Waktu itu pihaknya menggunakan penutup untuk ruang-ruang kelas sehingga kualitas udara di sekitar kelas tetap sehat kendati di luar dilingkupi asap kebakaran.

"Itu teknologi bukan dari jauh-jauh. Itu buatan seorang profesor dari ITB yang kita undang dan kita tempatkan di sana. Hal yang sama akan kita lakukan di sekolah-sekolah di Jakarta yang punya eksposur yang cukup tinggi, ada polusi udara," jelasnya.

Berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019, kegiatan yang menghasilkan asap harus sesuai standar ambang batas baku mutu yang ditetapkan. Dalam proses pembuatan arang, pembakarannya tak boleh melebihi batas normal baku mutu sesuai Keputusan Gubernur Nomor 670 Tahun 2000 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak di Provinsi DKI Jakarta.

Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 66 sekitar sebulan lalu saat memburuknya kualitas polusi udara Jakarta. Mengenai evaluasi pelaksanaan Ingub, Anies mengatakan yang telah dievaluasi adalah terkait cerobong asap.

"Mereka sudah melakukan evaluasi atas cerobong-cerobong asap. Kemudian tempat tempat yang tidak ada alat ukur dipasangi alat ukur. Nanti komprehensifnya kita akan berikan tapi saya rasa tidak cukup hanya satu bulan. Kita nanti akan berikan tiap bulan seperti data rutin terus menerus," jelasnya.

Dia menambahkan, data yang berkaitan dengan kualitas udara ini dikumpulkan setiap hari. Termasuk juga data lalu lintas yang mempengaruhi kualitas udara Jakarta. Data-data ini selanjutnya akan dikumpulkan sebagai bahan evaluasi.

"Nanti kita laporkan secara berkala," ujarnya.

Baca juga:
Polusi Jakarta Terparah Ketiga di dunia, Warga Disarankan Gunakan Masker
Jumat Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-6 di Dunia
Pagi Ini, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk ke-3 di Dunia
Ganjil Genap Sudah Diperluas, Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk
Anies Yakin Ganjil Genap Akan Perbaiki Kualitas Udara Jakarta
Terburuk Ketiga Dunia, Begini Penampakan Polusi Udara di Jakarta

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.