LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Anies Baswedan akui 43 persen warga DKI belum menikmati pasokan air bersih

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui belum melakukan menambah jumlah pipa air bersih sejak 12 tahun lalu. Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Alhasil, sampai hari ini jumlah warga yang sudah menikmati air bersih melalui jaringan pipa tidak lebih dari 60 persen.

2018-11-09 12:58:46
Air Bersih
Advertisement

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui belum melakukan menambah jumlah pipa air bersih sejak 12 tahun lalu. Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Alhasil, sampai hari ini jumlah warga yang sudah menikmati air bersih melalui jaringan pipa tidak lebih dari 60 persen.

"Selama 12 tahun, DKI tidak pernah menambah pipa air (bersih). Ini kenyataannya. Ini kan berarti ada problem bukan di sini, 12 tahun kita enggak tambah pipa," ujar Anies di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Menurut Anies, saat ini baru sekitar 57 persen warga Jakarta yang memiliki akses air perpipaan atau air bersih. "43 persen penduduk DKI tidak memiliki akses air bersih, air pipa maksudnya. Yang punya akses cuma 57 persen," kata dia.

Advertisement

Mantan Mendikbud itu pun berjanji memperbanyak pembangunan pipa air bersih. Pemprov DKI akan menyesuaikan aturan-aturan soal air bersih, hal ini terkait keputusan Mahkamah Agung yang meminta Pemprov DKI menghentikan swastanisasi pengelolaan suplai air.

"Kita ingin menggenjot lebih banyak lagi, tapi itu membutuhkan, satu, investasi pemipaan, yang kedua adalah pengelolaan sesuai dengan aturan-aturan yang baru karena ada keputusan MA yang terkait itu," ucap Anies.

Diketahui, PAM Jaya sudah mengajukan penyertaan modal daerah (PMD) Rp 1,2 triliun dalam APBD Perubahan DKI Jakarta 2018 untuk biaya perpipaan.

Advertisement

Namun PMD itu dicoret DPRD DKI Jakarta karena ada kekhawatiran akan tumpang tindih kewajiban membangun pipanisasi antara PAM Jaya dengan perusahaan air minum swasta, yakni PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA).

Reporter: Delvira Hutabarat

Baca juga:
Musim hujan, Anies tinjau daerah rawan banjir Cipinang Melayu
AR Baswedan dianugerahi gelar pahlawan, Anies ucapkan terima kasih
Triwisaksana PKS tolak fit and proper test untuk pilih Cawagub DKI
Soal cawagub DKI, Anies tak intervensi fit and proper test Gerindra dan PKS
Anies sebut fase 2 MRT hingga Ancol sebenarnya masih dibahas, tapi sudah ramai

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.