Anggota DPRD dukung penertiban ojek online yang mangkal di trotoar
Langkah Dishubtrans yang berencana untuk memanggil CEO PT GO-JEK Indonesia, Nadiem Makarim, didukung.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman mengaku, pihaknya mendukung langkah Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, yang berencana untuk memanggil CEO PT GO-JEK Indonesia, Nadiem Makarim.
Rencananya, Nadiem akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Dishubtrans DKI, mengenai banyaknya pengemudi GO-JEK yang mangkal di atas trotoar, sehingga mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan yang lain.
"Memang jumlah mereka (ojek online) sudah terlalu banyak, ada macam-macam kan. GO-JEK, Grab Bike, Blu-Jek," ujar anggota DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman, Jumat (2/10).
"Intinya itu karena ketertiban (atas apa) yang mereka lakukan. Mereka mangkal di jalanan juga kan," katanya menambahkan.
Prabowo berharap, setelah dipanggil oleh Dishubtrans DKI, bos GO-JEK itu mau menuruti imbauan untuk menertibkan para awaknya di lapangan.
Selain itu, dia juga berharap, Pemprov DKI bisa segera menerbitkan peraturan, mengenai angkutan berbasis jaringan internet, seperti GO-JEK dan layanan sejenisnya tersebut.
"Iya, biar CEO juga ikut menertibkan. Ini akan memberikan pelajaran bagi mereka, untuk penertiban bagi perusahaan-perusahaannya itu," ujar Prabowo.
"Kalau DKI itu, bisa keluarkan pergub. Supaya ada kepastian. Mereka itu kan enggak ada payung hukum. Jadi sebaiknya dikasih regulasi," pungkasnya.
Baca juga:
Armada mangkal di trotoar, Pemprov DKI sebut bos GO-JEK ingkar janji
Tanpa modal kuat, bisnis kreatif seperti GO-JEK rawan dirampas asing
Ini kuliah lengkap Bos Microsoft soal startup dan GO-JEK
Bos Microsoft: GO-JEK Rp 10.000 laku, jika dicabut siapa yang mau?
Polisi tak temukan pedal rem Kopaja terganjal botol minuman