Anggota DPRD DKI: Ramadan jangan jadi alasan Tanah Abang boleh semrawut
Di saat bulan Ramadan, trotoar dan jalanan di sekitar Pasar dan Stasiun Tanah Abang kian penuh dengan pedagang kaki lima (PKL). Padatnya penumpang, pembeli dan menjamurnya PKL yang memenuhi trotoar membuat jalanan sekitar Tanah Abang makin macet.
Di saat bulan Ramadan, trotoar dan jalanan di sekitar Pasar dan Stasiun Tanah Abang kian penuh dengan pedagang kaki lima (PKL). Padatnya penumpang, pembeli dan menjamurnya PKL yang memenuhi trotoar membuat jalanan sekitar Tanah Abang makin macet.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Tanah Abang ibarat semut dan PKL adalah gula. Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan, peribahasa ada gula ada semut tidak tepat dikaitkan dengan kondisi Tanah Abang.
"Bulan suci Ramadan jangan jadi alasan penyebab kesemrawutan Tanah Abang," kata Gembong saat dihubungi, Minggu (3/6).
Menurut Gembong, persoalan di Tanah Abang disebabkan penataan pedagang dan lalu lintas yang tidak tepat,bukan karena adanya lonjakan pembeli saat bulan puasa.
"Ini kan persoalan penataan. Ketika tidak ditata maka akan makin liar secara otomatis. Jangan bulan puasa jadi alasan ada gula ada semut," katanya
Sebelumnya, Sandiaga berkomentar soal banyaknya PKL di Tanah Abang menjelang bulan Ramadan . Sandiaga mengibaratkan Tanah Abang seperti gula yang didatangi banyak semut.
"Saya bilang ini luar biasa. Makin hari, makin banyak pedagang karena Tanah Abang itu kayak gula, jadi semutnya makin banyak," ujar Sandiaga di kawasan Ancol, Jumat (27/4).
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Polisi akan beri teguran ke Pemprov DKI terkait Jalan Jatibaru
Polisi undang Ombudsman tindaklanjuti rekomendasi soal penutupan Jalan Jatibaru
Berkah jelang Ramadan bagi pedagang beduk Tanah Abang
Jelang Ramadan, Sandi akan tata PKL di Tanah Abang
Usai bertemu Anies, Ombudsman disebut sepakat penutupan Jalan Jatibaru
Wajah Terkini PKL Stasiun Tanah Abang