Anggota DPR minta demo sopir taksi tidak anarkis
"Saya mohon agar para sopir yang melakukan tindakan anarkis sweeping atau merugikan orang lain," kata Nizar.
Ribuan sopir taksi melakukan aksi demonstrasi besar-besar menolak keberadaan taksi online. Mereka juga melakukan sweeping terhadap taksi-taksi konvensional yang masih beroperasi. Dalam aksi ini, sejumlah taksi resmi dan uber dihancurkan massa saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro meminta agar para sopir taksi konvensional bisa menahan diri. Dia berujar, boleh saja menyampaikan pendapat asal tidak merugikan orang lain.
"Saya mohon agar para sopir yang melakukan tindakan anarkis sweeping atau merugikan orang lain, saya mohon tidak dilaksanakan. Kalau ingin menyuarakan haknya agar ada rasa keadilan dari pemerintah, silakan. Salurkan suara-suara dengan baik," kata Nizar saat dihubungi merdeka.com, Selasa (22/3).
Politikus Gerindra ini berharap, tindakan pidana tidak dilakukan oleh para pendemo. Meski begitu dia mengaku turut membela hak sopir taksi konvensional.
"Kalau sweeping merugikan orang lain mengandung unsur pidana, kita berharap agar para taksi-taksi konvensional bisa menahan diri. Walaupun kita tahu mereka sudah beberapa bulan ini diabaikan oleh undang-undang," tuturnya.
Pantauan merdeka.com, Selasa (22/3), para sopir ramai-ramai mengejar taksi. Lalu mereka juga kompak menyerang taksi dengan memukul dan menendangnya beramai-ramai.
Demo ini berlangsung dibeberapa titik seperti depan kantor Kemenkominfo dan DPR. Mereka pun akan bergerak menuju Istana.(mdk/rnd)