LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Alasan Warga Tetap Pakai Masker Meski Aturan Dicabut: Bukan Covid-19 tapi Polusi

Saskia memilih tetap menggunakan masker bukan karena ancaman Covid-19. Melainkan karena polusi udara di Jakarta.

2023-06-14 14:21:25
Pandemi Covid-19
Advertisement

Pemerintah telah resmi mencabut aturan wajib menggunakan masker di tempat umum. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Namun, tak sedikit warga Jakarta yang memilih tetap menggunakan masker saat bepergian. Seperti yang dilakukan Saskia (23), salah satu karyawan swasta.

Saskia memilih tetap menggunakan masker bukan karena ancaman Covid-19. Melainkan karena polusi udara di Jakarta.

Advertisement

Selama beberapa pekan terakhir, Jakarta kerap kali berada di peringkat pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia berdasarkan data yang dilansir situs IQAir.

Saskia yang kini tinggal bersama ibunya di apartemen kawasan Jakarta Barat menyebut jendela kamarnya pada lantai 25 lebih berdebu dibanding sebelumnya.

Bahkan, katanya, jika matahari sedang terik, ia bisa melihat partikel-partikel debu berterbangan. Dari kejadian tersebut, Saskia menyimpulkan bahwa hal itu terjadi akibat polusi udara yang semakin meningkat di Ibu Kota.

Advertisement

"Gue sih baca headline yang sempat singgung Jakarta tingkat polusinya lagi tinggi-tinggi banget. Kayaknya beberapa bulan lalu deh," kata Saskia.

"Berasanya di meja kerja sama buku-buku gue. Kadang kalau mataharinya terik, gue bisa liat partikel debu berterbangan. Sorry lebay but it's true," sambungnya.

Masker Bisa Melindungi Diri dari Debu

Menurut Saskia, masker bisa melindungi dirinya dari debu. Apalagi kulitnya sangat sensitif terhadap debu dan udara panas.

"Gue cukup sensitif sama debu-debuaan gitu. Terus gegara makin tinggi jadi takut sih gue. Ditambah muka gue kan sensitif, enggak bisa kena panas sama debu, jadi pakai masker terus," ucapnya.

Ia berharap, Pemprov DKI dapat membuat nyaman transportasi umum agar penggunaan kendaraan pribadi semakin berkurang guna menekan polusi di Ibu Kota.

"Kendaraan umum sudah oke banget bro sejak Pak Anies. Bagusin transportasi umum sampai orang betah dan mau pindah dari kendaraan pribadi ke umum, sistemnya sama sih kaya negara maju. Sudah itu saja enggak muluk-muluk, saya enggak mau paru-paru saya hitam," kata Saskia.

Cara Pemprov DKI Atasi Polusi

Adapun Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengaku sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

Pertama, Pemprov DKI akan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan menanam pohon. Kemudian, Heru mengimbau masyarakat untuk melakukan uji emisi pada kendaraannya.

"Pemda DKI akan berkenan menambah RTH, kita semua menanam pohon. Di sisi lain mengurangi emisi itu misalnya dengan uji emisi kendaraan," katanya.

Selain itu, pengurangan emisi juga bisa dilakukan dengan peralihan ke kendaraan listrik.

"Tentunya peralihan bahan bakar kendaraan alternatif juga diusahakan. Termasuk juga Trans jakarta untuk berkenan menggunakan bus listrik kira-kira seperti itu," ujar Heru.

(mdk/tin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.