Alasan Rhoma pendukungnya sah makan dan minum di bulan puasa
Puluhan simpatisan raja dangdut Rhoma Irama yang menunggu di Kantor Panwaslu DKI makan dan minum di bulan puasa.
Puluhan simpatisan raja dangdut Rhoma Irama yang menunggu di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, makan dan minum di bulan puasa. Ketika itu Rhoma dipanggil Panwaslu terkait ceramahnya yang dinilai mengandung unsur SARA.
Terkait hal tersebut, Rhoma Irama yang akrab disapa bang haji tersebut mengatakan bahwa para simpatisan tersebut datang dari berbagai pulau di Indonesia, jadi masih bisa dikatakan kaum musafir.
"Oh tidak apa-apa kalau soal itu. Kan mereka itu datang ada yang dari Batam, Surabaya, dan dari mana-mana. Jadi masih bisa dikatakan musafir," imbuh Rhoma Irama kepada merdeka.com, saat ditemui di kediamannya, Minggu (12/8).
Bang Haji juga menjelaskan, bahwa bagi orang asik dan juga musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh, halal bagi mereka untuk tidak berpuasa.
Diakui Rhoma, saat memenuhi panggilan pihak Panwaslu, Senin (6/8) lalu, dirinya sempat meneteskan air mata ketika berbicara kepada sejumlah awak media.
Bang Haji pun berdalih bahwa airmata nya tersebut menetes begitu mendengar takbir dan shalawat yang dikumandangkan para simpatisannya.
"Saya tergetar mendengar takbir dan shalawat, kalau kamera-kamera TV dibuka soundnya, maka itu akan kedengaran gemuruhnya, itu yang buat saya merinding dan nangis," pungkas Rhoma.(mdk/ian)