LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Alasan Pemprov DKI Tetap Terapkan PTM 100 Persen Meski Ada Kasus Hepatitis Akut

Hingga Rabu 18 Mei 2022, sebanyak 24 orang diduga merupakan pasien hepatitis akut misterius. Dari jumlah tersebut 5 orang meninggal.

2022-05-18 18:15:23
Hepatitis Akut
Advertisement

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menilai kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring kembali meskipun muncul kasus hepatitis akut misterius. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Lies Dwi Oktavia menilai warga Jakarta sudah terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat.

"Untuk mengalihkan kembali PTM (pembelajaran tatap muka) ke PJJ (pembelajaran jarak jauh) belum tepat, karena kalau kita lihat perkembangan kasus secara umum oke ada, tapi belum sampai begitu perlu untuk mengembalikan ke PJJ," kata Lies, Rabu (18/5).

Dwi mengatakan, yang terpenting saat ini edukasi terhadap pentingnya protokol kesehatan dan hidup bersih ke warga Jakarta, termasuk usia anak-anak. Setiap keluarga diimbau menjaga kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.

Advertisement

"Untuk makanan mengolah makanan dengan sempurna, sebelum makan cuci tangan, yang masak cuci tangan, itu secara umum sekaligus bisa mengurangi tipes, diare dan untuk penyakit yang lain seperti itu. Saat ini masih harus menjga protokol kesehatan karena tadi masih misterius masih berbagai dugaan," jelasnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, hingga Rabu 18 Mei 2022, sebanyak 24 orang diduga merupakan pasien hepatitis akut misterius. Dari jumlah tersebut 5 orang meninggal.

Lies juga menyampaikan, jumlah penderita hepatitis akut misterius ini tersebar di seluruh wilayah kota Jakarta, terkecuali di Kepulauan Seribu.

Advertisement

"Berdasarkan data per 18 Mei 2022 pukul 08.00 WIB, probable 3 orang, pending 20 orang, suspek 1 orang," kata Dwi.

Sementara rincian pasien hepatitis akut misterius berasal dari pasien probable, dan pending 4 orang.

Dwi menjelaskan, menentukan klasifikasi pasien hepatitis akut misterius ada di kelompok probable, pending dan suspek ada di SGOT/SPT. Jika SGOT/SPT pasien berada di atas 500 maka pasien diduga hepatitis akut misterius. Indikator lainnya, jika penderita hepatitis terkonfirmasi menderita Hepatitis A, B, C atau G.

Namun, ia kembali menegaskan, belum ada indikator yang menjadi rujukan utama untuk mengonfirmasi hepatitis akut yang saat ini masih dianggap misterius.

"Karena kan ini belum tahu jadi yang kita lakukan pemeriksaan saat ini adalah menyingkirkan apakah ada kemungkinan hepatitis yang sudah kita ketahui, kemudian penyakit lain enggak ada," jelas Dwi.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.