Ahok: Warga di Kampung Pulo lebih baik minta duit pulang kampung
Ahok emosi lihat warga Kampung Pulo, banyak maunya.
Pemprov DKI merencanakan warga Kampung Pulo pindah ke Rumah Susun Cipinang Besar Selatan. Namun warga Kampung Pulo ingin menempati di Rusun Jatinegara. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai warga Kampung Pulo yang tak mau dipindahkan ke Rumah Susun lantaran hanya ingin meminta uang ganti rugi.
"Kamu kalau bangun satu rusun itu butuh sampai Rp 200 juta, kalau dikali sama lorong habis berapa. Kadang-kadang masyarakat yang nyewa-nyewa itu lebih baik minta duit pulang kampung," kata Ahok di Balaikota DKI, Selasa (17/2).
Menurut Ahok, jika Rusun Jatinegara sudah selesai, maka warga Kampung Pulo belum tentu akan menempatinya. "Sekarang nggak bisa jual lagi rusun, kadang-kadang banyak yang minta duit," ucapnya.
Dia mengatakan, dirinya akan paksa membongkar rumah warga Kampung Pulo agar bisa mencegah banjir. Pasalnya, dirinya sudah membuktikan membongkar 13 Rumah Toko di Kampung Pulo.
"Terkadang orang maki-maki saya terserah deh, yang penting saya ada bukti. Dulu selalu Jatinegara banjir, setelah 13 ruko kita bongkar, ngga ada banjir lagi," jelasnya.
Kendati demikian, dia menegaskan pihaknya akan tetap membongkar rumah warga Kampung Pulo yang berdampak banjir di Jakarta. "Makanya saya bilang sama Kampung pulo, kalau kamu ngga mau ngalah kasih sama saya, seumur hidup Kampung Pulo banjir," tegasnya.(mdk/lia)