Ahok tolak pinjaman Rp 1,5 triliun dari Bank Dunia
Menurut Ahok, pinjaman Bank Dunia dengan rentan waktu lima tahun dinilai cukup lama.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak pinjaman dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun. Pinjaman dari Bank Dunia itu awalnya untuk program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).
"Kalau saya tahun ini dikerjakan tahun ini udah selesai, kenapa Anda sampai 2017 kalau begitu caranya lebih baik kita tolak," kata Ahok di Kantor Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/3).
Menurut Ahok, pinjaman Bank Dunia dengan rentan waktu lima tahun dinilai cukup lama. Padahal, proyek-proyek JEDI bisa dikerjakan dalam waktu dua tahun.
"Perkembangannya tuh gini mereka bikin 2012-2017, makanya saya bilang Bank Dunia kok kasih waktu sampai lima tahun, kan ada bunga. Menurut saya pekerjaan garuk sungai dan segala macam dua tahun udah kelamaan," ujar Ahok.
Meski menolak dana pinjaman dari Bank Dunia, Ahok yakin program pengerukan kali akan tetap berjalan. "Kerjain sendiri terus CSR lagi," tandasnya.
JEDI adalah proyek Bank Dunia yang bertugas untuk membenahi sistem drainase di Jakarta. Ada beberapa sungai yang rencananya masuk proyek JEDI, antara lain; Cengkareng drain, Kali Sunter Yos Sudarso, Kali Sunter dari Perintis sampai Ngurah Rai, Kali Tanjungan, Kali Cideng yang berada di Thamrin hingga Jalan Wahid Hasyim, Kali Angke yang berada di Pesing.(mdk/has)