Ahok tegaskan tak takut dengan preman Kalijodo!
"Mana ada sih negara kalah sama preman," kata Ahok.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampaknya mulai serius mempercepat pembongkaran lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menegaskan tidak akan takut dengan preman-preman kerap membekingi dan melakukan perlawanan.
"Mana ada sih negara kalah sama preman," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/2).
Preman-preman bahkan warga di kawasan tersebut memang secara tegas menolak rencana pembongkaran tersebut. Bahkan pada 2014 lalu, Kapolsek Tambora pernah ditodong senjata api saat akan menertibkan tempat hiburan itu.
Namun kali ini, Ahok tak gentar. Dia mengaku akan menurunkan aparat gabungan TNI-Polri bersenjata lengkap untuk merealisasikan pembongkaran itu.
Penurunan aparat itu akan dilakukan setelah pihaknya melayangkan Surat Peringatan 1-3 dan Surat Perintah Pembongkaran.
"Ya jangan 1 atau 2 orang lah datengin pasukan dong. Kalau dia seribu kita seribu brimob senjata lengkap kok," tegasnya.
Seperti diketahui, rencana penertiban Kalijodo beredar menyusul kecelakaan maut mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan Riki Agung Prasetio (24) menabrak pasangan suami istri di Kalideres, Jakarta Barat Senin (8/2) dini hari.
Sebelum menabrak motor Mio yang dikendarai pasangan suami istri dan menewaskan kurang lebih 4 orang, Riki bersama 8 rekannya baru saja berkunjung ke Kalijodo dan berpesta minuman beralkohol.
Baca juga:
PSK Kalijodo kebanyakan pendatang dengan KTP Jakarta
Preman Kalijodo tak takut mati, FPI pun tak berani
Ditolak warga, Ahok ancam bawa tank buat ratakan Kalijodo
Mau digusur Ahok, warga Kalijodo sebut 'kaki lima aja bisa berantem'
Beromzet ratusan juta semalam, warga tak sepakat Kalijodo digusur