Ahok soal truk sampah DKI diadang: Kamu preman minta jatah uang
Ahok menegaskan tak akan menolerir ancaman serupa jika kembali terulang akan dilapor ke polisi.
Truk sampah DKI lagi-lagi diadang depan TPST Bantargebang, Bekasi, pada Rabu (23/6) kemarin. Disebut-sebut, truk diadang warga dari sejumlah kelurahan karena kesal Pemprov DKI berencana melakukan swakelola sampah di Bantargebang.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku heran dengan aksi warga. Dia menuding warga melakukan premanisme jika melakukan pengadangan.
"Makanya kalau menolak swakelola, haknya apa anda menolak, gitu loh. Masyarakat mau main premanisme? Kalau kamu mengadangi berarti kamu preman dong, minta jatah uang dong," ucap Ahok, sapaan Basuki, geram saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/6).
Ahok menegaskan tak akan menolerir ancaman serupa jika kembali terulang. Dia akan melaporkan ke polisi jika truk sampah DKI kembali diadang di Bantargebang.
"Ke depan kita lihat aja kita udah lapor polisi, kita gugat anda yang melarang, ya kan anda menghalangi kita, kita kan gugat. Negara enggak boleh kalah sama preman," pungkasnya.
Baca juga:
Dinas Kebersihan DKI SP3 pengelola TPST Bantargebang
Kesal truk sampah diadang, Ahok bilang 'Bantargebang milik siapa?'
Putus kontrak pengelola, Pemprov DKI naikkan kompensasi bau sampah
Hingga malam ini, aksi blokade TPSP Bantar Gebang masih berlanjut
Langgar kontrak kerja, 7 ribu ton sampah DKI dikirim ke Bekasi
Kontrak pengelola diputus, truk sampah DKI diboikot di Bantargebang
Pengelola TPST Bantargebang akui kontraknya diputus Pemprov DKI