Ahok soal Sumber Waras: Kadang gua kasihan sama DPRD, gua ajarin deh
Ahok menduga, tudingan DPRD DKI bersifat politis guna menjegal langkahnya untuk maju dalam Pilkada DKI mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali dibuat geram oleh ulah Pansus DPRD DKI yang ingin melaporkan dirinya ke penegak hukum seperti KPK, Polri dan Kejagung terkait kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.
Ahok menduga, tudingan DPRD DKI bersifat politis guna menjegal langkahnya untuk maju dalam Pilkada DKI mendatang.
"Itu kan namanya pansus politik. Makanya kadang-kadang gua kasihan sama DPRD. Gua ajarin deh," kata Ahok di Balai kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).
Ahok mengatakan, hal tersebut sia-sia dan tidak substansial. Sebab, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta sendiri masih meminta waktu tambahan untuk proses audit investigasi terkait indikasi pelanggaran pembelian lahan tersebut.
"Mereka minta audit 60 hari. 60 hari sudah selesai. Sudah kesimpulan belum? Belum. BPK minta tambahan 20 hari. Bagaimana pansus DPRD bisa ngelaporin? Orang ini saja masih proses," kata Ahok di Balai kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).
Ahok membantah tudingan BPK yang mengatakan pembelian lahan RS Sumber Waras tidak sesuai dengan NJOP. Sebab, kata Ahok, pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras itu telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah dengan pembelian lahan sebagian lahan RS Sumber Waras sebesar Rp 755 miliar dimana harga tersebut jauh lebih murah dari hasil appraisal (harga taksiran), nilai pasar lahan tersebut per 15 November 2014 Rp 904 miliar, yang justru lebih mahal.
"Saya kira pembelian (lahan) jalan tol dan pembebasan MRT semua salah enggak belinya pakai harga appraisal? Aturannya bilang boleh beli pakai harga appraisal kok, kita sekarang malah beli (lahan RS Sumber Waras) di bawah harga appraisal," jelasnya.(mdk/dan)