LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ahok soal audit Sumber Waras: Biar KPK putuskan, kita siap dipanggil

Ahok ngotot keputusannya membeli lahan Sumber Waras tak bermasalah.

2015-12-07 11:30:46
Kasus Sumber Waras
Advertisement

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan hasil audit terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapinya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sangat mendukung.

"Ya enggak apa-apa silakan aja. ‎Silakan saja KPK nanti memutuskan ada kerugian negara atau tidak. Silakan saja KPK putuskan. Kalau dari KPK merasa ini ada kerugian negara, panggil kami sebagai saksi, kita datang," kata Basuki sewot, Jakarta (7/12).

Sebelumnya, Ahok, sapaan Basuki, mengaku sudah menjelaskan kenapa harus membeli lahan RS Sumber Waras saat dipanggil BPK. Meskipun Dinas Kesehatan DKI tak merekomendasikan untuk dijual beli untuk pembangunan rumah sakit kanker.

"Saya bilang ke BPK, anda baca dulu. Saya enggak ngebet beli RS Sumber Waras. Kalau dia (yayasan Sumber Waras) enggak mau jual, ya saya enggak mau beli. Bagi saya yang penting Jakarta ada RS kanker dan jantung tambahan. RS yang ada udah penuh. Dia enggak bisa jawab saya. Saya ditanya, lalu kenapa beli? Orang dia (yayasan Sumber Waras) masukin surat, mau jual kemudian. Pake harga NJOP," tambahnya.

"Terus saya ditanya lagi, kenapa akhirnya kamu tidak jadi bangun rumah sakit jantung? Karena lahan Jamkesda enggak bisa nyambung dengan Tarakan. Akhirnya rumah sakit Tarakan kami manfaatkan lahan yang ada bangun RS jantung. Sekarang rumah sakit Tarakan sudah jadi rumah sakit jantung. Saya tadinya pindahkan ke Ragunan, Pasar minggu, jadi rumah sakit kanker. Ternyata dia (yayasan Sumber Waras) tawarin surat," beber dia.

Sedangkan soal harga lahan yang dianggap mark up, Ahok menegaskan dalam UU dan Pepres, lahan di bawah 5 hektar boleh dibeli harga pasar. Kemudia, yayasan Sumber Waras malah menawarkan dengan harga NJOP.

"Lalu saya dealnya harga apa? NJOP. Jadi bagaimana anda bisa curiga kami mempermainkan harga ini? Kamu kalau tanya kenapa Sumber Waras di Jl Kyai Tapa bukan di Tomang Utara? Ya dari saya dari lahir udah di Kyai tapa, lu tanya sama BPN dong, jangan sama gue. Mana gue tahu," pungkasnya.

Baca juga:
Demo di KPK, massa minta Ahok ditetapkan tersangka RS Sumber Waras
BPK serahkan hasil audit pembelian lahan RS Sumber Waras ke KPK
KPK didesak ikut tangani kasus RS Sumber Waras, diduga libatkan Ahok
Blak-blakan Ahok usai diperiksa BPK soal kasus Sumber Waras
Ahok klaim ditakdirkan lawan republik yang diisi orang tidak benar
Ini video kekesalan Ahok saat di BPK
Taufik ingatkan Ahok tak perlu sandiwara soal pemeriksaan BPK

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.