LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ahok setujui kajian proyek JIT buat atasi banjir dan macet

JIT merupakan sistem terowongan terpadu sebagai solusi untuk masalah transportasi dan pengendalian banjir.

2014-05-04 20:54:32
Pemprov DKI
Advertisement

PT Antaredja Mulia Jaya menyebut kajian proyek pembangunan Jakarta Integrated Tunnel (JIT) telah disetujui Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). JIT merupakan sistem terowongan terpadu sebagai solusi untuk masalah transportasi dan pengendalian banjir.

Proyek ini rencananya bakal dibangun di dua titik lajur masing-masing sepanjang 12 km. Pertama untuk menghubungkan Ulujami-Tanah Abang, yakni untuk menampung air dari Kali Pesanggrahan. Kedua menghubungkan Manggarai-Pasar Minggu untuk menampung air Kali Ciliwung.

Kedalaman terowongan ini sekitar 5 meter hingga 15 meter dari permukaan tanah dengan diameter 11 meter. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 12 triliun untuk masing-masing jalur, sehingga total anggaran diproyeksikan sebesar Rp 24 triliun.

Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya Wibisono, mengatakan telah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Pak Ahok sangat puas atas penjelasan kajian konsep kita tentang solusi penanganan air di bawah tanah yang pakai sistem bejana berhubungan, jadi tidak pakai pompa, dan Pak Ahok menanyakan kapan bisa ground breaking?," ujarnya, dalam siaran pers, Minggu (4/5).

Wibi melanjutkan, Ahok kemudian bertanya apakah awal tahun depan kajian proyek itu bisa dilakukan? "Saya jawab Insya Allah akhir tahun bisa, asal izin prinsip bisa keluar cepat," ujarnya sambil menegaskan, sampai kini izin prinsip tersebut masih diproses verbail oleh Pemprov DKI. Bila sesuai jadwal, dalam waktu dekat ini izin itu sudah terbit.

JIT ini, kata Wibi, berbeda dengan proyek terowongan Smart milik Malaysia. Perbedaan itu di antaranya, secara struktur Smart berupa Single Barrel Tunnel dengan diameter 14 meter, sementara JIT berupa Double Barrel Tunnel dengan diameter 2 x 11 meter.

Perbedaan lain, pengendalian banjir pada terowongan Smart dengan cara melakukan sodetan, sementara pada JIT pengendalian banjir dilakukan dengan cara mem-baypass Sungai Ciliwung di bagian hulu ke arah hilir untuk menghindarkan bagian atau ruas sungai.(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.