Ahok ngotot tidak tahu rencana bajaj dilarang melintas silang monas
Kalau sekadar lewat sesungguhnya tidak masalah. Lain halnya jika bajaj berhenti dan menunggu penumpang.
Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat (Sudinhubtrans) berencana melarang Bajaj melintas di Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Medan Merdeka Barat.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Ahok mengaku baru mengetahuinya. Ahok kembali menanyakan alasan pelarangan itu. "Saya tanya alasannya apa enggak boleh lewat?" kata Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (22/7).
Menurutnya, kalau sekadar lewat sesungguhnya tidak masalah. Lain halnya jika bajaj berhenti dan menunggu penumpang. "Kalau enggak boleh ngetem oke. Kalau lewat kenapa enggak boleh?," tegasnya.
Menurutnya, selama ini bajaj tidak pernah melintas persis di depan gerbang Istana. "Toh enggak melintas di depan istana, masih di blok," katanya.
Sebelumnya, Ahok juga sempat mempertanyakan dasar penetapan rencana kebijakan itu. Dia mengaku mengetahui rencana itu dari wartawan yang mengonfirmasinya.
Aku enggak tahu, aku justru tahu beritanya dari kalian. Makanya aku tanya alasannya apa enggak boleh lewat Istana?" kata Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (21/7).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan jalan yang dilarang untuk masuk Bajaj itu bukanlah di seberang Istana Kepresidenan. Sebab memang di depan Istana Kepresidenan sudah ditutup.
"Kan bukan depan jalan Istana, kan ujungnya, kan sekarang Istana sudah tutup kan? Kan seberangnya, aku juga enggak ngerti," tutur Ahok.
Baca juga:
Bajaj dilarang melintas di Silang Monas, Ahok tanya 'Alasannya apa?'