Ahok mau jadi Godfather lawan PKL
Ahok menyiapkan strategi untuk menertibkan PKL Tanah Abang yang kembali gelar lapak di pinggir jalan.
Pelaksana Tugas Gubernur DKI Basuki T Purnama mempersiapkan sejumlah strategi untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Para PKL diprediksi akan semakin menjamur saat bulan Ramadan. Ahok akan bertindak tegas terhadap pedagang kaki lima (PKL). Gaya koboi bagi Ahok diperlukan buat tertibkan PKL di Ibu Kota. Menjamurnya pedagang kaki lima di area Monas membuat gerah Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Politikus Partai Gerindra itu mengatakan akan mengusir para PKL yang bandel. Menjamurnya pedagang kaki lima di area Monas membuat gerah Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok mengaku sudah memiliki bukti-bukti pelanggaran pedagang kaki lima yang jualan di sembarang tempat. Pelaksana tugas Gubernur DKI Basuki T Purnama memiliki sejumlah strategi buat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Monas. Salah satu program televisi menginspirasi Ahok. Ahok mengancam akan mencopot Kepala Dinas Pertamanan jika tak berani bertindak tegas kepada para PKL. Sebab, di mata Ahok hanya ada dua alasan para PKL masih berseliweran di sekitar Monas yakni tak memiliki keberanian atau menerima setoran uang.
Menjadi perhatian Ahok karena biasanya para PKL menggelar lapak di pinggir-pinggir jalan. Kondisi ini tentu dapat mengganggu lalu lintas dan membuat lingkungan terlihat kotor.
Ahok juga sedang membuat regulasi buat menjerat para PKL bandel. Menurutnya, sanksi yang biasa diterapkan terlalu ringan sehingga para PKL tetap nekat berjualan sembarangan.
Meski akan bertindak tegas, Ahok juga tak ingin langkahnya menuai protes karena dianggap arogan dan melanggar HAM. Sama seperti Jokowi, dia juga akan mengedepankan diplomasi dan sosialisasi terlebih dahulu.
"Habis kita mau minta tolong sama siapa? Yang penting jangan anarkis, jangan melanggar HAM. Nanti Komnas HAM bilang lagi. Rusak nih negara karena terlalu banyak orang membela orang yang salah," tandasnya.
Berikut cara Ahok tertibkan PKL pinggir jalan:Pakai gaya koboi di Film Godfather
"Ini kayak zaman koboi saja, kayak film-film The Godfather, Chicago. Bentuk pasukan penjambret gitu loh," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (11/6).
Ahok mengaku sedang menyusun regulasi buat para PKL bandel. Ahok juga mengusulkan agar denda dikenakan lebih tinggi agar memberikan efek jera. "Saya lagi rumuskan. Yang jelas saya anggap ini sudah out of the rule," tuturnya.Usir dan tangkapi PKL bandel
"Ya usir saja. Kan bukan kewajiban menyediakan lahan untuk mereka. Nggak ada urusan. Dulu juga pernah disediakan. Itu saya katakan, Jakarta itu mesti tegas gitu loh," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/6).
Ahok tak mau para PKL beralasan tak ada sosialisasi dari Pemprov DKI soal larangan berdagang di sekitar Monas.
"Kalau bilang nggak ada sosialisasi, nggak sosialisasi nenek lo. Dari dulu alasannya sama. Nggak ada urusan tangkapin aja semua," katanya.Siapkan sanksi denda lebih tinggi
"Saya ada bukti kok jualan di Monas. Kalau gitu, ini bukti Anda melanggar. Berarti Anda pantes, bukan dirampok, tapi barang Anda diambil, ditaruh di Cakung," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/6).
Ahok menegaskan, pedagang-pedagang yang melanggar ketertiban di Monas harus dihukum sesuai aturan yang ada. Namun, Ahok mengakui kurang puas dengan hukuman yang ada.
"Nah sekarang hukumnya gimana? Kalau hakimnya cuma putusin Rp 100 ribu bukan Rp 20 juta. Nah kita lagi berpikir nih, kalau kamu jual 12 teh botol, kita tiap botol kenain tipiring satu lembar saja sudah. Seolah-olah ada 12 kasus. Kalau hakim putusin satu kasus Rp 100 ribu, ya Rp 1,2 juta juga," jelas Ahok.Tiru cara macan tangkap rusa
Menurut Ahok, dalam siaran tersebut diperlihatkan bagaimana macan mau tangkap rusa tidak pernah menyerbu kelompok besar. Macan, lanjut Ahok, hanya mengintai mana yang ada di pinggir.
"Ya sudah kami mau kayak gitu saja. Kita patroli enggak usah mobil gede, mobil kecil saja. Ada hansip, Satpol PP, begitu kamu jualan, ya kita jarah saja deh," kata Ahok di Balaikota DKI, Rabu (11/6).
Cara ini, kata Ahok, sama seperti menteror para PKL agar tidak berjualan sembarangan. "Selama ini konsep operasinya salah, saya bilang sama Satpol PP. Datang truk, apel sama tentara, garnisun, polisi, sudah bocor," tuturnya.
Menurut Ahok, jika memakai gaya Animal Planet, truk besar buat operasi ditaruh di tempat jauh. Selanjutnya datang petugas jarah satu-dua orang taruh di truk. "Jarah lagi, taruh di truk. Sudah penuh, baru bawa ke Cakung. Kayak gitu saja sudah," katanya.Copot kepala dinas tak becus urus PKL
"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Taman ganti saja kalau dia nggak beres atau nggak berani. Sekarang itukan cuma dua kemungkinan kan, dia takut apa dia terima uang kan. Kalau dia takut berenti dong, ngapain kamu jadi kepala UPT, kalau takut serangan jantung diancam orang terus kan repot. Nah yang kedua, jangan-jangan kamu kekenyangan makan Rp 100 juta perbulan. Enak sekali jadi dia, orang Monas segede gitu. Rp 100 juta perbulan, laku," katanya.
Ahok mengaku tak sepakat dengan para hakim yang memberi hukuman ringan kepada para PKL. Salah satu contohnya adalah memberi sanksi berupa denda yang murah.
"Yang jadi masalah itu hakim, hakim selalu ngasih Rp 100 ribu, nggak sampai Rp 1 sampai 2 juta. Makanya saya lagi cari-cari akal juga, nanti setiap barang akan dilakukan tipiringnya. Kalau satu barang Rp 100 ribu bisa bonyok itu. Sehingga saya akan tes lagi, camatnya oke nggak?" katanya.