Ahok klaim tak ada kontrak politik atas dukungan PDIP di Pilgub DKI
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, tudingan yang menimpa dirinya datang silih berganti. Bahkan ada pihak yang menyebutkan dirinya menyerahkan mahar hingga Rp 10 triliun kepada PDI Perjuangan.
Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim tak pernah menandatangani kontrak politik dengan PDI Perjuangan untuk mendapatkan dukungan di Pilkada DKI 2017. Ahok juga membantah kabar agar dirinya merekrut kader partai besutan Megawati Soekarnoputri untuk masuk dalam pemerintahan Pemprov DKI Jakarta.
"Astagfirullahaladzim. Lu kalau mau fitnah cari yang lebih cerdas begitu ya. Ya dong," kata Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (27/9).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, tudingan yang menimpa dirinya datang silih berganti. Bahkan ada pihak yang menyebutkan dirinya menyerahkan mahar hingga Rp 10 triliun kepada PDI Perjuangan.
"Ada fitnah yang lebih bagus lagi. Ahok menyetor Rp 10 triliun. Kalau dihitung, uang Rp 10 triliun kalau didepositokan bisa jadi Rp 60 miliar tiap bulan. Mending gue deposito, iya enggak. Enggak, usah maju lagi," kata Ahok sambil tertawa.
Ahok menegaskan tidak ada tawar-menawar atau transaksi apapun demi mendapatkan dukungan partai. Bahkan, Ahok menegaskan, dirinya juga tidak bisa disuap dengan cara apapun.
"Ahok tidak bisa dibayar dengan uang, kecuali dengan nyawanya. Harganya, ya nyawanya," tutupnya.
Baca juga:
Soal penggusuran, Ahok tegaskan itu janji Jokowi-Ahok di Pilgub 2012
Tak peduli kalah Pilgub DKI, Ahok ingin dikenang seperti Ali Sadikin
Ahok ingin fokus kerja dari pada urus pilkada
Ahok: Ayat suci juga dipertandingkan, apa itu melecehkan?
Polemik Ahok gara-gara kutip ayat suci Alquran