Ahok klaim penggusuran di Bukit Duri bisa bikin harga tanah naik
Sebagai ganti rumah warga, Ahok ingin membangun tanggul dan jalan inspeksi di kawasan itu.
Pemerintah Provinsi DKI segera menertibkan kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Sebagai gantinya, telah disiapkan 400 unit rumah susun di Rusunawa Rawa Bebek bagi warga yang terkena imbas penertiban.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, permukiman warga Bukit Duri akan dieksekusi. Sebab, pemerintah berencana membangun tanggul dan menjadikan kawasan tersebut sebagai jalan inspeksi di bantaran Sungai Ciliwung.
"Kenapa Bukit Duri ke Rawa Bebek? Bukit Duri mau lebarin pasang tanggul. Jadi jalan inspeksi," kata Ahok di Balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/7).
Dengan dibangunnya tanggul dan jalan inspeksi, Ahok yakin akses jalan di kawasan tersebut bisa lebih baik. Tak hanya itu, nilai jual tanah di Bukit Duri juga ikut naik.
"Hasilnya kayak apa? Kamu liat saja Kampung Pulo, kan enak kan. Orang bisa parkir mobil, jalan, harga tanah lebih baik. Kita sengaja Kampung Pulo dulu biar orang Bukit Duri mau pindah. 84 Orang sudah komitmen pindah kok," pungkasnya.
Baca juga:
Ahok segera gugat warga Bukit Duri yang tolak digusur
Sidang class action warga Bukit Duri, hakim verifikasi data
Warga Bukit Duri ajukan Class Action, Ahok ngotot tetap gusur
Cerita Komunitas Ciliwung Merdeka dan kemandirian warga Bukit Duri
Jaya Suprana siap pasang badan lawan penggusuran Bukit Duri