Ahok: Kalau mau ke Jakarta minimal penghasilan Rp 2 juta sebulan
Kalau di bawah itu cuma akan menambah beban Jakarta dan tinggal di kawasan kumuh.
Selepas lebaran ribuan warga daerah lain berbondong-bondong datang ke DKI Jakarta mencoba peruntungan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, setiap orang berhak datang ke Ibukota. Tapi minimal mempunyai penghasilan di atas Rp 2 juta. Jika tidak maka akan sangat membebani Ibukota.
"Anda kalau datang ke Jakarta kalau penghasilan anda di bawah kebutuhan kehidupan layak itu akan membebani Jakarta, kebutuhan layak di Jakarta itu minimum Rp 2 juta satu orang, kalau penghasilan anda di bawah segitu satu bulan berarti anda menyusahkan Jakarta, nanti anda tinggal di kawasan-kawasan kumuh," ujar Basuki alias Ahok di Balaikota, Kamis (1/7).
Ahok menjelaskan, jika orang yang datang dari daerah mempunyai pekerjaan, silakan datang. Kalau belum, Ahok meminta mereka berpikir ulang sebelum ke Jakarta. dirinya mempersilakannya.
"Makanya kami ingin sekali setiap orang yang tinggal di kawasan kumuh itu pindah ke rumah susun, rumah saudaranya atau temannya," jelasnya.
"Kalau kamu penghasilannya di bawah terus pasti saudara atau teman kamu nyuruh kamu pulang kampung karena bebabin dia kan mau makan apa lah gitu lho.
Selain itu, Ahok juga menuturkan, akan melakukan pendataan dengan ketat mulai dari Lurah, RW dan RT.
"Pendekatan lurah, lurah itu kita ingin RT/RW tahu persis siapa yang datang, jadi nanti lurah bisa membina RT/RW itu seperti iklan di tv dulu lho kan ada tuh," tandasnya.(mdk/ian)