Ahok ingin Monas dibersihkan perusahaan profesional dan gratis
Pemprov DKI mempercayakan perusahaan Kaercher yang telah membersihkan lebih dari 80 monumen terkenal di dunia.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ingin menciptakan tatanan kota yang bersih dari sampah dan meminta kerja sama dengan beberapa pihak perusahaan. Namun sebelum menggandeng perusahaan, Ahok tetap ingin melihat reputasi profesionalitasnya.
"Ya sekarang yang profesional pernah bersihkan monumen nasional dunia tidak? Itu aja kita tanya," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (24/4).
Menurut Ahok, Pemprov DKI telah membuat syarat-syarat bagi pihak yang berminat untuk membersihkan Monas. Syarat tersebut yakni tidak meminta bayaran dan memiliki sikap profesional. Oleh karena itu, mantan Bupati Belitung Timur ini menilai perusahaan Kaercher dapat membuktikannya dan pernah membersihkan sejumlah bangunan terkenal di berbagai belahan dunia.
"Kami sih inginnya gratis tapi tidak merusak. Kita kan ini bikin standar, gratis profesional. Pengennya itu," tutur dia.
"Profesionalnya ditunjukkan bukan hanya dari profesional panjat tebing, tapi apakah mereka pernah mengerjakan monumen nasional dunia? Itu saja. Saya tidak mau ambil resiko kalau cuma ngaku-ngaku. Kalau cuma manjat, banyak yang bisa," ujarnya.
Kemarin, Pemprov DKI Jakarta sudah berencana akan membersihkan tugu Monumen Nasional (Monas) pada 5-18 Mei 2014. Pembersihan tersebut akan melibatkan perusahaan pembersih asal Jerman yakni Kaercher.
Alasan Pemprov DKI Jakarta menggandeng perusahaan Kaercher karena perusahaan tersebut telah membersihkan lebih dari 80 monumen terkenal di dunia, seperti Basilika Santo Petrus di Vatikan (1998), Gunung Rushmore di Amerika Serikat (2005), dan London Eye di Inggris (2013).(mdk/gib)