Ahok ingin lebarkan trotoar ketimbang perluas jalan di Jakarta
Ahok ingin lebarkan trotoar ketimbang perluas jalan di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan untuk mengurai kemacetan dengan mengonsistensikan jumlah jalur jalan. Caranya dengan memperbanyak rasio trotoar ketimbang rasio jalan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan untuk mengurai kemacetan dengan mengonsistensikan jumlah jalur jalan. Caranya dengan memperbanyak rasio trotoar ketimbang rasio jalan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Dinas Bina Marga DKI mulai akan melebarkan trotoar sejak tahun ini. Mengingat cara mengkonsistensikan jumlah jalur sudah diterapkan kota-kota di Eropa.
"Jangan banyak kritik, yang penting sekarang sepakat dulu nih tidak mungkin menambah ruas jalan, rasio jalan tidak pernah bisa mengatasi kemacetan karena kendaraan akan terus bertambah," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/9).
Basuki atau akrab disapa Ahok ini merencanakan, semua trotoar di ibukota setidaknya memiliki ruas 1,5 hingga 5 meter. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada disediakan tempat bagi pedagang kaki lima untuk berjualan.
"Makanya Eropa justru rasio jalan dikurangi. Mereka mulai melebarkan trotoar, jadi yang kami utamakan adalah rasio untuk pejalan kaki," jelasnya.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pelebaran trotoar di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Rencananya ini akan dilanjutkan 48 titik lainnya, namun pada tahun ini akan dikebut pengerjaan 42 titik terlebih dahulu.
Baca juga:
Ahok telepon Walkot Anas Effendi: Jangan jadi centeng orang lu!
Ahok: Pindah ke kandang ayam langgar HAM, kalau ke rumah hamburger
Ahok soal Anas Effendi: Banyak main tanah, belain orang gak benar
Ahok resmikan RPTRA Tanjung Elang Berseri di Pulau Pramuka
Menhub Budi serahkan pengelolaan 13 terminal Jakarta ke Ahok