Ahok geram Palyja dan Aetra tak becus urusi kebocoran air
"Kami ingin mitra yang baik tapi kalau anda macam-macam dengan kami, kami nggak takut," ujar Ahok.
Ketersediaan air bersih di wilayah Jakarta masih belum maksimal pelayanannya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mendesak kedua operator air bersih, Palyja dan Aetra untuk dapat menekan tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW) dari 40 persen menjadi di bawah 20 persen.
"Seharusnya di bawah 20 persen. Sekarang masih 40 persen. Kalau kita mau nambah supply air 10 persen, mending cegah yang 20 persen, lebih untung. Logika kan begitu," ujar Ahok, Jakarta, Jumat (14/6).
Oleh karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan kerjasama dan mendorong agar kedua layanan operator penyedia air bersih tersebut menjadi lebih baik.
"Prinsip kami sederhana, kami ingin mitra yang baik tapi kalau anda macam-macam dengan kami, kami nggak takut. Kita akan ambil usaha anda. Ini pesan untuk semua pengusaha di Jakarta, kami ingin anda berhasil tapi kalau anda berhasil hanya memikirkan shareholder bukan stakeholder, kami akan ambil alih," jelas Ahok dengan nada mengancam.
Untuk tahun 2016, Ahok menambahkan, Pemprov DKI menargetkan sekitar 99 persen wilayah Kota Jakarta harus sudah tersambung dengan layanan air bersih.
"Kita ingin 99 persen wilayah DKI tercover air bersih minimal sebelum tahun 2022. Itu kelamaan banget. Saya maunya sih tahun 2016, target itu sudah bisa dicapai dan dilakukan," katanya.
Menurutnya, selama ini warga miskin atau keluarga prasejahtera membeli air mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per kubik. Karena itu, Pemprov DKI sedang mengajukan ke DPRD DKI untuk membuat peraturan warga golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat membeli air seharga Rp 1.020 per kubik bila memakai hingga 10 kubik per hari.
"Untuk orang yang belum tersambung, boleh digratiskan. Sebab biaya sambung pipa air bisa mencapai Rp 1 juta. Boleh digratiskan asalkan dia mau membayar Rp 10.000 per kubik. Karena dia lebih untung kan. Dengan cara demikian air bersih bisa lebih cepat masuk ke rumah penduduk," pungkasnya.(mdk/did)