Ahok duga ada rekayasa dalam pengadaan bus berkarat
"Kemungkinan ada rekayasa memenangkan produk ini (China)," ujar Ahok.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduga ada rekayasa dalam tender pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang didatangkan dari China.
Alasannya, bus Transjakarta dan BKTB tersebut baru digunakan sudah mengalami kerusakan. "Kemungkinan ada rekayasa memenangkan produk ini (China)," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (12/2).
Menurut Ahok, importir yang memenangkan tender tersebut telah memesan komponen terlebih dahulu. Padahal, komponen tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk dipesan.
"Bagaimana anda bisa menang tender kendaraan tapi anda nggak punya kendaraan? Berarti anda sudah bisa pesan produk yang lebih murah. Nah itu butuh waktu," kata Ahok.
Untuk itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini meminta Inspektorat Pemprov DKI Jakarta untuk menelusuri kemungkinan adanya rekayasa dalam tender pengadaan bus tersebut.
"Dari Inspektorat akhirnya yang harusnya awasi kan itu pengadaan tender ada sekian item kita asumsikan semua orang mengerti. Ini memang ada niat kemungkinan," terang Ahok.
Baca juga:
Minta rekan perusak BKTB dibebaskan, ratusan sopir angkot mogok
Ahok beber kontrak-kontrak yang lemahkan DKI, termasuk bus karat
Pasca-perusakan, Dishub dan para sopir angkot KWK gelar mediasi
Ahok perintahkan tenaga ahli teliti bus baru karatan
Ini kronologi sopir angkot hancurkan BKTB versi polisi