Ahok benarkan direksi PT Mass Rapid Transid dirombak
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan adanya perubahan direksi PT Mass Rapid Transid (MRT). Namun, dia masih enggan menjabarkan alasan mengapa terjadi perubahan besar-besaran.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan adanya perubahan direksi PT Mass Rapid Transid (MRT). Namun, dia masih enggan menjabarkan alasan mengapa terjadi perubahan besar-besaran.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, telah menandatangani surat perubahan direksi tersebut. Dia meminta alasan perubahan tersebut ditanyakan kepada komisari PT MRT.
"Kayanya iya, sudah tanda tangan? Alasan ganti saya enggak tahu mesti tanya sama komisarisnya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/10).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh direksi baru. Salah satunya adalah mempercepat penyelesaian moda transportasi berbasis rel ini sebelum Asean Games 2018 mendatang.
"Pekerjaan rumahnya semua direksi kompak secepatnya selesaikan saja. Ya Sekarang baik. Cuma mereka ingin ada tim yang lebih baik," terangnya.
Untuk diketahui, pertanggal 17 Oktober 2016 terjadi perombakan besar-besaran dalam direksi PT MRT. Perombakan sesuai dengan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT MRt Jakarta tanggal 14 Oktober 2016.
Hasilnya adalah
1. Direktur Utama : Wiliam P Sabandar
2. Direktur Konstruksi : Silvia Halim
3. Direktur Operasi dan Pemeliharaan : Agung Wicaksono
4. Direktur Keuangan dan Administrasi: Tuhiyat
Sedangkan susunan Dewan Komisaris:
1. Komisaris Utama : Erry Riyana Hardjapamekas
2. Komisaris : Yusmada Faizal
3. Komisaris : Rukijo
4. Komisaris : Prasetyo Boeditjahjono(mdk/gil)