Ahok belum putuskan hapus permanen kawasan 3 in 1
Ada wacana penerapan kawasan 3 in 1 tidak akan dihapus secara keseluruhan, melainkan hanya berlaku pada sore hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membahas evaluasi penghapusan kawasan 3 in 1 mengingat uji coba yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta berakhir 15 Mei 2016.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan, evaluasi uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 juga melibatkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.
"Soal 3 in 1 nanti sore saya mau rapat dengan Ditlantas. Setelah dicoba ini makin kelihatan nih, kayaknya orang Jakarta bisa-bisa saja tuh cari jalan, sekarang tanpa 3 in 1 juga mirip-mirip, ada 3 in 1 juga mirip-mirip (macetnya)," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/5).
Kepala Dishubtrans DKI sempat mewacanakan penerapan kawasan 3 in 1 tidak akan dihapus secara keseluruhan, melainkan hanya berlaku pada sore hari. Mengenai wacana ini mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku belum bisa memastikan.
"Nah saya nggak tahu kemungkinan laporannya (nanti seperti apa). Tapi bisa jadi itu enggak ada lagi 3 in 1," ujarnya.
"Sama sekali enggak ada (3 in 1), enggak ada efek juga, tapi nggak tahu saya, mesti tunggu laporan teknisnya nanti," tutupnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibantu Ditlantas Polda Metro Jaya, melakukan uji coba penghapusan 3 in 1 mulai 5-8 April dan 11-13 April 2016. Uji coba ini diperpanjang hingga 15 Mei 2016. sejak hari pertama uji coba penghapusan 3 in 1, jalan-jalan protokol di Ibu Kota Jakarta malah mengalami kemacetan parah. Sebut saja ruas Jalan Sudirman menuju ke arah Thamrin terlihat dipadati kendaraan saat pagi dan jam pulang kerja.
(mdk/noe)